Ketika Petani hingga Konsumen Bahagia saat Lebaran 2026, Stok Cukup dan Harga Pangan Stabil

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Selasa, 24 Maret 2026 | 12:53 WIB
ILUSTRASI PEDAGANG CABAI - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok komoditas pangan nasional dalam kondisi cukup dan harga tetap stabil menjelang dan pada Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. (Kalimantansatu.com/Dok. Kementerian Pertanian)
ILUSTRASI PEDAGANG CABAI - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok komoditas pangan nasional dalam kondisi cukup dan harga tetap stabil menjelang dan pada Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. (Kalimantansatu.com/Dok. Kementerian Pertanian)

Baca Juga: Antusiasme Masyarakat Melonjak Drastis ! IFG Group Berangkatkan 25.304 Pemudik dalam Program Mudik Nyaman Bersama BUMN 2026

Dengan kebutuhan beras nasional sekitar 2,59 juta ton per bulan dan produksi bulanan berada di kisaran 2,6 hingga 5,7 juta ton, kondisi beras nasional berada dalam posisi surplus.

Amran juga menyampaikan bahwa berdasarkan neraca pangan nasional hingga April 2026, sejumlah komoditas strategis berada dalam kondisi surplus.

Tercatat Beras dengan ketersediaan 27,5 juta ton, kebutuhan 10,3 juta ton, maka neracarnya surplus 17,2 juta ton.

Untuk cabai rawit, ketersediaan 409 ribu ton, kebutuhan 304 ribu ton, maka kondisi surplus 105 ribu ton.

Begitupun untuk daging ayam, dengan ketersediaan 2,07 juta ton, kebutuhan 1,34 juta ton, angka surplus 727 ribu ton.

Komoditas bawang merah ketersediaannya 479 ribu ton, kebutuhan 422 ribu ton kondisi surplus 57 ribu ton.

Baca Juga: Buku Digital Retrospektif Kota Kreatif Diluncurkan ICCN, Merekam Perjalanan Kota-Kabupaten Kreatif Indonesia

Selain itu, neraca cabai nasional pada Maret juga mengalami surplus produksi, dengan cabai rawit merah surplus sekitar 46.868 ton dan cabai besar surplus sekitar 8.282 ton.

Kondisi ini membuat harga cabai mulai stabil dan cenderung menurun di pasar.

“Kalau produksi surplus dan distribusi lancar, maka harga akan stabil. Itu yang kita jaga terus, dari hulu sampai hilir,” kata Mentan Amran.

Amran menegaskan bahwa pemerintah terus menjaga keseimbangan harga agar petani tidak rugi dan masyarakat tetap mendapatkan harga pangan yang terjangkau.

“Harga pangan tidak boleh terlalu tinggi karena memberatkan masyarakat, tetapi juga tidak boleh terlalu rendah karena merugikan petani. Pemerintah harus menjaga keseimbangan itu,” tegasnya.

Pengawasan harga dilakukan bersama lintas sektor untuk mencegah penimbunan dan permainan harga, khususnya pada momentum Ramadan dan Idulfitri.

Amran menyampaikan bahwa kondisi pangan nasional yang kuat dan harga yang stabil membuat Idulfitri 1447 H menjadi kebahagiaan bagi seluruh pihak dalam rantai pangan nasional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X