Kontribusi terbesar dalam hilirisasi datang dari sektor mineral dengan nilai Rp 98,3 triliun. Komoditas nikel masih menjadi primadona dengan investasi mencapai Rp 41,5 triliun.
Selain itu, sektor tembaga mencatat Rp 20,7 triliun, besi baja Rp 17 triliun, serta bauksit sebesar Rp 13,7 triliun.
“Dengan mengarahkan modal ke sektor pengolahan, kita tidak hanya menjaga SDA agar tidak keluar dalam bentuk mentah yang murah, tetapi juga membangun ekosistem industri yang lebih berdaya saing di masa depan,” ungkap Christiantoko.
Dari sisi asal negara, Singapura masih menjadi investor terbesar dengan nilai USD 4,6 miliar, disusul Hong Kong, Tiongkok, Amerika Serikat, dan Jepang.
Sementara itu, distribusi investasi juga menunjukkan tren pemerataan, dengan luar Jawa mencatat Rp 251,3 triliun atau 50,4 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan Jawa.
“Ini adalah kabar baik bagi pemerataan ekonomi nasional, di mana industrialisasi tidak lagi terpusat di satu pulau saja,” pungkasnya.
Ia menambahkan, realisasi investasi tersebut telah menyerap 706.569 tenaga kerja.
“Buktinya ada 706.569 tenaga kerja yang terserap pada kuartal ini. Jadi hilirisasi terbukti menjadi mesin penggerak kesejahteraan yang jauh lebih efektif dibandingkan sekadar pengerukan SDA tanpa pengolahan,” imbuhnya.
Capaian ini dinilai menjadi fondasi penting bagi Indonesia untuk keluar dari ketergantungan ekspor bahan mentah dan bertransformasi menjadi negara industri yang lebih tangguh.
(*)
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Ungkap IMF, Bank Dunia, dan Lembaga Investor Global Menilai Positif Kebijakan Fiskal Indonesia
Rekrutmen Manajer Koperasi Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih Dibuka di Link phtc panselnas go id ! Pemerintah : Tak Ada Jalur Ordal
2,1 Juta Peserta BPJS PBI Reaktivasi: 1,4 Juta Beralih ke Segmen Penerima Bantuan Pemda, 188 Ribu Jadi Mandiri
Mimpi Anak Pengemudi Ojol untuk Kuliah di AS Tetap Hidup Berkat Sekolah Rakyat, Ingin Jadi Data Science Analyst
Manfaat Sekolah Rakyat era Prabowo Subianto, Remaja yang Dulu Harus Kerja Bengkel Kini Dapat Pendidikan Gratis
Sektor Hilirisasi Makin Bergairah Ketika Investasi Asing Kembali Dominan, NEXT Indonesia Center: Sinyal Kuat Kebijakan Ekonomi Nasional di Jalur Benar
Tak Hanya Australia ! India dan Filipina Minat Impor Pupuk Urea dari Indonesia, Menko Airlangga Hartarto Ungkap Hal Ini
Membuka 706 Ribu Lapangan Kerja ! Investasi yang Masuk ke Indonesia Tembus Rp498,8 T di Triwulan I 2026
Tumbuh 8,2% ! Realisasi Investasi Hilirisasi Tembus Rp147,5 T di Triwulan I 2026, Rosal Roeslani Beberkan Rinciannya
Asuransi Bukan Investasi Gaes ! Ini yang Harus Kamu Dipahami Sebelum Membeli Polis