Ia juga menyoroti pentingnya kredibilitas dalam kebijakan ekonomi. Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, kredibilitas menjadi “modal baru” yang menentukan kepercayaan investor dan pelaku pasar.
“Sekarang ini, kredibilitas itu ibarat ‘modal baru’. Kalau kebijakan dijalankan dengan disiplin, kepercayaan akan terbentuk. Yang penting bukan cuma visi yang jelas, tapi juga keyakinan dan cara eksekusi yang cerdas,” katanya.
Lebih lanjut, ia melihat kondisi global saat ini memiliki kemiripan dengan periode krisis di masa lalu, seperti era 1970-an yang ditandai dengan lonjakan harga minyak dan tekanan geopolitik.
Karena itu, pembelajaran dari sejarah ekonomi dinilai penting dalam mengambil kebijakan yang tepat.
Di tengah dinamika tersebut, Shan Saeed tetap memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 5-6%. Bahkan, menurutnya, angka tersebut sejalan dengan ekspektasi pasar yang melihat potensi pertumbuhan di atas 5,4%.
Ia menjelaskan, secara sederhana kesehatan ekonomi Indonesia tercermin dari keseimbangan antara pertumbuhan dan berbagai indikator lainnya.
“Kalau dijelaskan simpel, kondisi ekonomi Indonesia itu sehat. PDB sekitar 5%, suku bunga 4,75%, inflasi 3,5%, defisit 2,9%. Artinya, pertumbuhan lebih tinggi dari biaya hidup, biaya usaha, dan defisit pemerintah,” Shan melanjutkan.
Dengan kondisi tersebut, Indonesia dinilai tidak hanya mampu tumbuh, tetapi juga menjaga konsistensi pertumbuhan dalam jangka menengah.
“Jadi ekonomi Indonesia bukan cuma tumbuh, tapi tumbuh secara konsisten. Itu yang bikin pasar percaya,” tutupnya.
(*)
Artikel Terkait
Batu Creative Hub Dipercaya Sebagai Pengelola Program Perintis Berdaya Connect di Kota Batu
Taksi Green SM Dilaporkan Masih Tergeletak pada Perlintasan Rel, Diduga Jadi Penyebab Awal Kecelakaan Kereta Api Argo Bromo Anggrek vs KRL di Bekasi
Kecelakaan Kereta Api Argo Bromo Anggrek vs KRL di Bekasi: Presiden Prabowo Instruksikan Benahi 1.800 Perlintasan Sebidang untuk Cegah Lakalantas
Investigasi Krusial ! Presiden Prabowo Minta Penanganan Maksimal Korban Kecelakaan Kereta Api Argo Bromo Anggrek vs KRL di Bekasi
Alasan Menteri PPPA Usul Pemindahan Gerbong Perempuan ke Tengah Rangkaian KRL Setelah Kecelakaan Kereta Api Argo Bromo Anggrek vs KRL di Bekasi Timur
Cerita Penumpang KRL Sebelum Terjadi Kecelakaan dengan Kereta Api Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Tubuh Terbanting dan Terseret
Detik-detik Kecelakaan Kereta Api Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur Terekam Jelas pada Siaran Live YouTuber dari Dalam
Tak Hanya Kecelakaan di Bekasi Timur, Ini 5 Insiden Viral Taksi Listrik Green SM ! Terbaru Disebut Jadi Efek Domino KA Agro Bromo Anggrek vs KRL
[KOLOM OPINI] Istana Ganti Komando Komunikasi: Pemerintah Lawan Algoritma, Tidak Bisa Hanya Andalkan Segelintir Media Besar !
Lindungi Industri dan Daya Beli Masyarakat, Pemerintah Indonesia Bebaskan Bea Masuk Bahan Baku Plastik Selama 6 Bulan