Harapan Prabowo Ingin Panjang Umur untuk Melihat Kebangkitan Indonesia Jaya, Dihormati Bangsa Lain dan Rakyat Makmur

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Rabu, 29 April 2026 | 20:32 WIB
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) sebagai tanda dimulainya pembangunan 13 Proyek Hilirisasi Nasional Fase II pada Rabu (29/4/2026). (Kalimantansatu.com/Dok. Bakom RI)
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) sebagai tanda dimulainya pembangunan 13 Proyek Hilirisasi Nasional Fase II pada Rabu (29/4/2026). (Kalimantansatu.com/Dok. Bakom RI)

KALIMANTANSATU.COM, CILACAP Presiden RI Prabowo Subianto berharap dirinya panjang umur untuk melihat kebangkitan Indonesia di masa mendatang.

Prabowo optimistis dengan masa depan Indonesia dan yakin akan jadi negara maju dan sejahtera.

“Saya ingin hidup seribu tahun lagi karena saya ingin melihat Indonesia jaya, rakyat Indonesia makmur, Indonesia dihormati, dibanggakan oleh bangsa-bangsa lain,” ungkap Prabowo dalam peresmian pembangunan 13 proyek hilirisasi tahap II di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).

Baca Juga: Presiden Prabowo Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Fase II Senilai Rp116 T di Cilacap, Dari Kilang Minyak hingga Biodiesel

Saat ini, pemerintah tengah memulai pembangunan (groundbreaking) 13 Proyek Hilirisasi Nasional Fase II pada 29 April 2026, dengan estimasi total investasi mencapai Rp116 triliun.

Program ini mencakup sektor energi, logam dan mineral, material konstruksi, serta agroindustri, yang bertujuan untuk menurunkan ketergantungan impor, memperkuat rantai pasok industri nasional, meningkatkan nilai tambah sumber daya domestik, serta mendorong terciptanya peluang kerja dan aktivitas ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Prabowo pun menginstruksikan jajarannya untuk terus mengkaji perkembangan program hilirisasi ini secara berkelanjutan serta memastikan setiap keputusan didasarkan pada pertimbangan yang matematis dan terukur.

“Tidak ada kepentingan lain. Yang paling efisien, menguntungkan rakyat, itu yang harus dijalankan. Itu yang ingin saya sampaikan, kita harus menjadi raksasa yang tidak tidur, kita harus jadi raksasa yang bangun, dan kita akan bangun, kita akan menjadi negara yang hebat,” ujar dia.

Baca Juga: Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Fase II di Cilacap, Prabowo Sentil Pemegang Konsesi Tambang dan Perkebunan Simpan Uang di Luar Negeri

Adapun 13 proyek hilirisasi tersebut tersebar di berbagai wilayah, di antaranya pembangunan fasilitas kilang minyak di Dumai, Riau, dan Cilacap, Jawa Tengah, yang dikelola oleh BUMN, Pertamina. Kilang ini diharapkan mampu mensubstitusi impor bahan bakar hingga 2 juta kiloliter (kL) per tahun dan menjadi bagian dari penguatan sektor energi nasional.

Pemerintah juga akan membangun tangki-tangki operasional BBM di Palaran (Kalimantan Timur), Biak (Papua), dan Maumere (Nusa Tenggara Timur) untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan nasional dan memeratakan distribusi energi di wilayah Indonesia timur.

Di sektor energi lainnya, pemerintah juga menyiapkan fasilitas pengolahan batu bara menjadi dimethyl ether (DME) di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, untuk mengurangi ketergantungan impor liquefied petroleum gas (LPG) yang saat ini memenuhi 80% kebutuhan nasional.

Di bidang logam dan mineral, proyek ini mencakup industri baja, besi, emas, dan tembaga. Di bidang material konstruksi, telah direncanakan pengembangan fasilitas produksi Aspal Buton. Sementara di bidang agroindustri terdapat pengelolaan sawit, pala, dan kelapa.

Baca Juga: Cita-cita Prabowo Dibalik Proyek Hilirisasi Indonesia : Kita Harus Jadi Raksasa yang Tidak Tidur, Negara Hebat dan Dihormati Bangsa Lain

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X