Groundbreaking ini melanjutkan program hilirisasi nasional tahap pertama yang telah diresmikan pada Februari 2026 lalu.
Percepatan program hilirisasi merupakan upaya pemerintah dalam mendorong penguatan ketahanan energi dan sebagai strategi utama untuk mendorong kemandirian ekonomi nasional.
“Saya terima kasih kepada semua pihak yang menyiapkan. Ini adalah usaha besar. Negara mana yang membuka hilirisasi? Sudah (membuka) 26 titik dan kita (Indonesia) mungkin tambah lagi 6 titik. Tahun ini mungkin kita mulai 30 hingga 40 titik (hilirisasi),” ucap Prabowo.
(*)
Artikel Terkait
Tak Hanya Kecelakaan di Bekasi Timur, Ini 5 Insiden Viral Taksi Listrik Green SM ! Terbaru Disebut Jadi Efek Domino KA Agro Bromo Anggrek vs KRL
[KOLOM OPINI] Istana Ganti Komando Komunikasi: Pemerintah Lawan Algoritma, Tidak Bisa Hanya Andalkan Segelintir Media Besar !
Lindungi Industri dan Daya Beli Masyarakat, Pemerintah Indonesia Bebaskan Bea Masuk Bahan Baku Plastik Selama 6 Bulan
Ekonom Global Nilai Ekonomi Indonesia Sehat, Bisa Jadi Modal Kuat Genjot Pertumbuhan hingga 6%, Ini Analisisnya
Pemerintah dan KAI Tertibkan Perlintasan Sebidang hingga Kebut Proyek DDT Untuk Cegah Kecelakaan Kereta
Inilah Daftar 13 Proyek Hilirisasi Nasional Fase II yang Dimulai Hari Ini ! Total Investasi Rp116 Triliun, Cek Lokasinya
Cita-cita Prabowo Dibalik Proyek Hilirisasi Indonesia : Kita Harus Jadi Raksasa yang Tidak Tidur, Negara Hebat dan Dihormati Bangsa Lain
Jemaah Haji Indonesia Kecelakaan di Jabal Magnet Madinah, Kemlu Pastikan Tak Ada Korban Jiwa dan Lakukan Hal Ini
Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Fase II di Cilacap, Prabowo Sentil Pemegang Konsesi Tambang dan Perkebunan Simpan Uang di Luar Negeri
Presiden Prabowo Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Fase II Senilai Rp116 T di Cilacap, Dari Kilang Minyak hingga Biodiesel