Dalam kesempatan tersebut, Mentan Amran juga menyoroti peningkatan kesejahteraan petani yang tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP) yang mencapai level tertinggi dalam 34 tahun terakhir.
“Ini bukan data kami. Ini data BPS, FAO, dan Amerika. Artinya, capaian ini objektif dan terukur,” tegasnya.
Mentan Amran menambahkan, sektor pertanian kini menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional, sebagaimana juga diakui oleh Bank Indonesia.
Mentan Amran juga menyampaikan refleksi personal tentang latar belakangnya sebagai anak seorang Babinsa. Ia menggambarkan bagaimana kehidupan sederhana membentuk karakter kerja keras dan ketangguhan yang kini ia bawa dalam kepemimpinannya.
“Kami lahir miskin, dibesarkan dalam keterbatasan. Tapi kami bertekad, jangan sampai mati dalam keadaan miskin dan hina. Itu prinsip kami,” ujarnya.
Mentan Amran menekankan bahwa semangat prajurit, disiplin, pantang menyerah, dan loyalitas, menjadi fondasi dalam membangun sistem pangan nasional yang kuat dan berkelanjutan.
Mentan Amran mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan data dan kolaborasi dalam membangun sektor pertanian.
“Kita gunakan data, jangan pakai sentimen. Negara ini milik bersama. Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya.
Sinergi antara pemerintah, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan, Indonesia terus memperkuat posisinya sebagai negara dengan sistem pangan yang tangguh dan berdaya saing global.
(*)
Artikel Terkait
Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Fase II di Cilacap, Prabowo Sentil Pemegang Konsesi Tambang dan Perkebunan Simpan Uang di Luar Negeri
Presiden Prabowo Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Fase II Senilai Rp116 T di Cilacap, Dari Kilang Minyak hingga Biodiesel
Harapan Prabowo Ingin Panjang Umur untuk Melihat Kebangkitan Indonesia Jaya, Dihormati Bangsa Lain dan Rakyat Makmur
‘Ruh’ Shopping Center Kota Metro, Ditangan Anak Muda Kreatif
Presiden Prabowo Subianto Targetkan Swasembada Energi Paling Lambat Tercapai 2029, Begini Penegasannya
Prabowo Targetkan Tambah Papan Interaktif Digital ke Sekolah-sekolah untuk Perbaiki Kualitas Pendidikan di Indonesia
Presiden Prabowo Target Tuntaskan Revitalisasi 288 Ribu Sekolah pada 2028
Dikunjungi Prabowo, Siswa SMAN 1 Cilacap Sangat Bersemangat dan Termotivasi Giat Belajar untuk Berprestasi
Dari Sampah Jadi Genteng di Banyumas, Presiden Prabowo Subianto Dorong Inovasi Bernilai Ekonomi dan Solusi Persoalan Lingkungan
Pengolah Sampah Terpadu Banyumas Masuk Prioritas Nasional, Prabowo Targetkan Masalah Sampah Tuntas 2–3 Tahun di Indonesia