KALIMANTANSATU.COM, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menunjukkan komitmennya dalam memacu percepatan transisi energi dari fosil menuju energi baru terbarukan (EBT).
Salah satunya melalui penguatan ekosistem industri kendaraan listrik nasional.
Langkah ini sejalan dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan optimisme terhadap kemajuan industri kendaraan listrik di dalam negeri.
“Pemerintah serius membangun industri kendaraan listrik nasional secara menyeluruh. Kami tidak hanya mendorong sisi produksi, tetapi juga memberikan sinyal pasar yang kuat dengan menjadikan pemerintah sebagai early adopter bagi kendaraan listrik produksi dalam negeri,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Berdasarkan data Kemenperin, pasar industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) di Indonesia tercatat mengalami pertumbuhan eksponensial, dengan tingkat Compound Annual Growth Rate (CAGR) lebih dari 140 persen dalam lima tahun terakhir.
Selain itu, pangsa pasar kendaraan berbasis listrik juga terus meningkat.
Pada tahun 2025, market share kendaraan listrik telah mencapai 21,71 persen, yang terdiri dari Battery Electric Vehicle (BEV) sebesar 12,93 persen, Hybrid Electric Vehicle (HEV) sebesar 8,13 persen, dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) sebesar 0,65 persen.
Dari sisi produksi, kontribusi kendaraan berbasis listrik terhadap total produksi nasional juga menunjukkan tren positif, dengan capaian sebesar 11,1 persen pada tahun 2025.
Capaian tersebut akan terus meningkat pada tahun 2026 seiring mulai beroperasinya sejumlah pabrikan baru yang mengikuti program insentif kendaraan listrik dalam kondisi Completely Built Up (CBU).
Hal ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas produksi sekaligus memperluas pilihan kendaraan listrik bagi masyarakat.
Lebih lanjut, penguatan industri kendaraan listrik nasional juga didukung oleh ekosistem yang semakin terintegrasi, mulai dari industri hulu hingga hilir.
Indonesia telah memiliki rantai pasok baterai kendaraan listrik yang mencakup proses refinery, produksi sel baterai, hingga pengolahan ulang (recycling). Kondisi ini menjadi keunggulan tersendiri yang tidak dimiliki banyak negara lain.
Artikel Terkait
Revitalisasi SMPN 3 Jiken oleh Pemerintah era Prabowo Subianto Membuka Lapangan Kerja Bagi Warga dan Hidupkan Ekonomi Keluarga
Jangan Sampai Jadi Korban ! Pemerintah Imbau Masyarakat Jangan Tergiur Penawaran Haji Tanpa Antre Ilegal
Sehari-hari Kerja Serabutan, Program Sekolah Rakyat Ringankan Beban Ibu di Pati yang Hidupi Anak Seorang Diri
Cerita Kakak Bangga Adiknya Belajar di Sekolah Rakyat, Kaget Tiba-tiba Fasih Bahasa Inggris
Pemerintah Godok Payung Hukum untuk Pelindungan UMKM di Pasar Digital, Menteri Maman Abdurahman Sampaikan Progres dan Tujuannya
Kunjungi UMKM Pulau Rinca NTT, Menteri Maman Abdurahman Tegaskan Penguatan Ekonomi Kerakyatan Lewat PNM Untuk Tekan Kemiskinan Ekstrem
April 2026, Kinerja Industri Pengolahan Nasional Masih Tunjukkan Ketahanan di Tengah Dinamika Global ! Jubir Kemenperin Beberkan Variabel IKI
Tiga Perusahaan Jajaki Kerjasama Strategis Pengembangan Teknologi Pengolahan Air di Kawasan Industri
Industri Agro Nasional Dinilai Mampu Jaga Keberlanjutan Produksi di Tengah Dinamika Global dan Kenaikan Harga Bahan Baku Plastik, Apa Alasannya ?
Kinerja Sektor Industri Manufaktur Indonesia Terus Tunjukkan Tren Positif ! Cek, Kemenperin Beberkan Data dan Perkembangan Terkini