Kinerja Sektor Industri Manufaktur Indonesia Terus Tunjukkan Tren Positif ! Cek, Kemenperin Beberkan Data dan Perkembangan Terkini

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Kamis, 30 April 2026 | 20:18 WIB
Ilustrasi pertumbuhan bisnis industri. (Kalimantansatu.com/Dok. Pixabay konkapo)
Ilustrasi pertumbuhan bisnis industri. (Kalimantansatu.com/Dok. Pixabay konkapo)

KALIMANTANSATU.COM - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan kinerja sektor industri manufaktur Indonesia terus menunjukkan tren positif berdasarkan data dan perkembangan terkini.

Sektor industri manufaktur nasional terbukti solid, resilien, serta tetap menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika geopolitik global, perlambatan ekonomi dunia, dan ketidakpastian pasar internasional.

Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arief menyampaikan, industri manufaktur Indonesia terus memperlihatkan daya tahan tinggi serta kemampuan beradaptasi menghadapi tekanan global.

Baca Juga: Industri Agro Nasional Dinilai Mampu Jaga Keberlanjutan Produksi di Tengah Dinamika Global dan Kenaikan Harga Bahan Baku Plastik, Apa Alasannya ?

“Kinerja sektor manufaktur Indonesia menunjukkan hasil yang kuat. Kontribusinya terus meningkat, penyerapan tenaga kerja bertambah, investasi semakin tumbuh, dan tetap menjadi penopang utama ekonomi nasional. Ini bukti bahwa struktur industri Indonesia semakin kokoh,” ungkap Febri di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Ia menjelaskan, pada tahun 2025 industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,30 persen, lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen.

Capaian ini menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya dalam 14 tahun terakhir pertumbuhan industri pengolahan kembali melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain itu, kontribusi sektor industri manufaktur (industri pengolahan) terhadap total PDB Indonesia menunjukkan tren meningkat dalam periode Triwulan II 2022 sampai Triwulan IV 2025.

Baca Juga: April 2026, Kinerja Industri Pengolahan Nasional Masih Tunjukkan Ketahanan di Tengah Dinamika Global ! Jubir Kemenperin Beberkan Variabel IKI

Pada Triwulan II 2022, kontribusi manufaktur tercatat sebesar 17,92% dari total PDB nasional.

Setelah itu, porsi manufaktur secara umum terus menguat, meskipun mengalami fluktuasi musiman antartriwulan.

Memasuki tahun 2023, kontribusi manufaktur mulai bergerak naik dari 18,26% pada Triwulan II 2023 menjadi 19,08% pada Triwulan IV 2023.

Kenaikan ini menunjukkan bahwa sektor manufaktur semakin berperan sebagai penggerak utama aktivitas ekonomi nasional.

Pada tahun 2024, tren penguatan berlanjut dengan kontribusi mencapai 19,13% pada Triwulan IV 2024, lebih tinggi dibanding posisi akhir tahun sebelumnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X