“Beberapa komoditas juga ada yang memberikan andil deflasi diantaranya daging ayam ras dengan andil deflasi 0,11 persen, emas perhiasan dengan andil deflasi 0,09 persen, cabai rawit serta telur ayam ras masing-masing 0,06 persen dan 0,04 persen,” ungkapnya.
Dari sisi komponen, inflasi inti tercatat sebesar 0,23 persen.
Kenaikan ini dipicu oleh harga sejumlah barang seperti minyak goreng, makanan siap saji, hingga barang elektronik seperti ponsel dan laptop.
Sementara itu, harga yang diatur pemerintah juga mengalami kenaikan 0,69 persen, terutama karena penyesuaian tarif angkutan udara, bensin, bahan bakar rumah tangga, dan rokok.
Di sisi lain, komponen harga bergejolak justru mengalami deflasi cukup dalam, yakni 0,88 persen. Penurunan harga pada komoditas pangan seperti daging ayam, cabai, dan telur menjadi faktor utama yang menahan laju inflasi bulan ini.
Secara wilayah, mayoritas daerah mengalami kenaikan harga. Sebanyak 30 provinsi mencatat inflasi, sementara 8 provinsi mengalami deflasi.
Inflasi tertinggi terjadi di Papua Barat sebesar 2,00 persen, sedangkan deflasi terdalam tercatat di Maluku sebesar 0,17 persen.
Dengan kondisi ini, inflasi April 2026 dinilai masih dalam batas aman, ditopang oleh turunnya harga sejumlah bahan pangan yang mampu menahan tekanan dari kenaikan biaya transportasi.
(*)
Artikel Terkait
IFG Dorong Industri Batik Berkelanjutan Melalui Solusi Instalasi Pengolahan Air Limbah di Bantul
Indonesia Creative Cities Network (ICCN) dan Kementerian Ekonomi Kreatif Dorong Terobosan KUR Berbasis Kekayaan Intelektual
Di Festival Syawal 1447 H, LPPOM MUI Tegaskan Komitmen Perkuat Ekosistem Halal Nasional ! Inisiasi Pengembangan Tobaku Halal
PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) Bukukan Penjualan Neto Rp22,4 Triliun di Kuartal I 2026, Laba Bersih Melonjak 133 %
Matahari Putra Prima (MPPA) Catat Kinerja Kuartal I 2026 Kuat, Menandai Akselerasi Momentum Pertumbuhan
KB Bank (BBKP) Catat Perbaikan Fundamental pada Triwulan I 2026, Perkuat Momentum Pertumbuhan Berkelanjutan
Meningkat 9,8 Persen Secara Tahunan ! Barito Renewables Energy (BREN) Bukukan Pendapatan Konsolidasian Sebesar US$165 Juta di Kuartal I 2026
ICCN Bareng Yayasan Lintas Batas Gelar ICF 2026 ! Angkat Boon Pring sebagai Ruang Hidup, Satukan Budaya, Alam dan Ekonomi
Program Ganti Atap Rumah Wartawan Lanjut Terus ! Kini di Jakpus, Penerima Manfaat Merasa Bersyukur Karena Sudah Tidak Bocor Dan Kesetrum Lagi
Inilah Bukti Rupiah Lebih Tahan Banting dari Mata Uang Negara Lain saat Dunia Bergejolak ! Bank Indonesia Ungkap Penyebabnya