Perusahaan ini memproduksi berbagai merek ternama seperti Under Armour, New Balance, Adidas, Crocs, ASICS, Brooks, dan On Cloud.
Di tahun 2025, PT Long Rich Indonesia menargetkan ekspor 32 juta pasang alas kaki dengan nilai USD360 juta dan kontribusi devisa mencapai USD808 juta per tahun.
Perusahaan ini juga berhasil menyerap 25.520 tenaga kerja pada 2024, dan diperkirakan meningkat hingga 35.000 orang pada akhir 2025.
Direktur Ekspor Impor PT Long Rich Indonesia, John menyatakan, fasilitas kawasan berikat berperan penting dalam menjaga efisiensi produksi.
“Selain meningkatkan daya saing, fasilitas ini juga membuka lapangan kerja bagi puluhan ribu orang serta menggerakkan ekonomi daerah melalui rantai pasok lokal, transportasi, dan jasa pendukung.” terang John.
“Perusahaan juga mendapatkan tambahan investasi senilai Rp425,47 miliar berkat dukungan kawasan berikat,” sambungnya.
Kontribusi ke Wilayah Ciayumajakuning
Kepala Kantor Bea Cukai Cirebon, Abdul Rasyid, menyoroti kontribusi signifikan fasilitas KB terhadap perekonomian wilayah Ciayumajakuning.
Wilayah kerja Bea Cukai Cirebon menjadi salah satu motor pertumbuhan kawasan berikat di Jawa Barat.
Tercatat, hingga September 2025, jumlah perusahaan penerima fasilitas meningkat hampir 77% dibanding 2022, dengan industri sepatu mendominasi dan mencatat devisa ekspor lebih dari Rp15 triliun.
Selain itu industri juga menyerap lebih dari 112 ribu tenaga kerja serta memicu tumbuhnya sektor usaha pendukung di sekitar kawasan industri.
“Melalui asistensi dan pengawasan ketat, kami memastikan seluruh arus barang tetap sesuai ketentuan kepabeanan dan perpajakan agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat,” ujarnya.
Sementara, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Kawasan Berikat (APKB), Iwa Koswara, menilai kawasan berikat sebagai instrumen penting bagi industri.