ekonomi-bisnis

Inflasi Indeks Harga Konsumen 2025 Terjaga ! Bank Indonesia Yakin Terkendali pada Tahun 2026 dan 2027

Rabu, 7 Januari 2026 | 14:01 WIB
ILUSTRASI INFLASI - Inflasi Indeks Harga Konsumen 2025 Terjaga ! Bank Indonesia Yakin Terkendali pada Tahun 2026 dan 2027 (Kalimantansatu.com/Dok. Pixabay Alexandra_Koch)

KALIMANTANSATU.COM - Bank Indonesia (BI) memastikan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2025 terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1%.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi IHK Desember 2025 tercatat sebesar 0,64% (mtm), sehingga secara tahunan inflasi IHK 2025 menjadi 2,92% (yoy).

Inflasi yang tetap terjaga dalam kisaran sasarannya ini merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter serta eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) dan penguatan implementasi Program Ketahanan Pangan Nasional.

Baca Juga: Sah ! BP BUMN Dapat Pengalihan Saham KRAS dari Danantara Asset Management, Manajemen Krakatau Steel Ungkap Jumlahnya

Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi akan tetap terkendali dalam kisaran sasaran 2,5±1% pada 2026 dan 2027.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengungkapkan, inflasi IHK secara bulanan pada Desember 2025 meningkat dibandingkan inflasi November 2025 sebesar 0,17% (mtm).

"Kenaikan inflasi terutama disumbang oleh kelompok volatile food dan administered prices, sedangkan inflasi inti relatif stabil," ungkap Ramdan Denny dalam keterangannya di Jakarta pada 5 Januari 2026.

Lanjut dia, inflasi kelompok inti tercatat sebesar 0,20% (mtm), relatif stabil dibandingkan realisasi bulan sebelumnya sebesar 0,17% (mtm), dengan inflasi terutama disumbang oleh komoditas emas perhiasan dan minyak goreng.

Baca Juga: Melonjak 1.429,76 Persen Sejak IPO ! Harga Saham RLCO Hari Ini Sentuh Rp2.570 per Lembar, Investor Abadi Lestari Indonesia Panen Cuan

Sementara itu, inflasi kelompok volatile food meningkat menjadi sebesar 2,74% (mtm), dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,02% (mtm), terutama disumbang oleh komoditas cabai rawit, daging ayam ras, dan bawang merah dipengaruhi dampak gangguan cuaca, tingginya harga input produksi ternak, serta peningkatan permintaan pada Hari Besar Keagamaan Nasional Natal dan Tahun Baru (HBKN Nataru).

"Inflasi administered prices tercatat sebesar 0,37% (mtm), meningkat dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,24% (mtm), terutama disumbang oleh komoditas bensin, tarif angkutan udara, dan tarif angkutan antarkota seiring kenaikan harga BBM nonsubsidi dan peningkatan mobilitas masyarakat pada periode HBKN Nataru," jelasnya.

Secara tahunan, timpal Denny, inflasi IHK 2025 tetap berada dalam kisaran sasaran didukung oleh tetap terjaganya berbagai komponen inflasi.

Baca Juga: Produksi Jagung Nasional Tahun 2025 Meningkat, Naik Signifikan Hampir 1 Juta Ton Dibandingkan 2024

Inflasi inti terjaga rendah sebesar 2,38% (yoy), seiring konsistensi kebijakan suku bunga dalam menjangkar ekspektasi inflasi dalam sasaran, kapasitas ekonomi yang masih besar, imported inflation yang terkendali sejalan dengan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia, serta dampak positif dari digitalisasi.

Halaman:

Tags

Terkini