ekonomi-bisnis

Bangga Swasembada Pangan Tercapai Hanya dalam Waktu Setahun, Presiden Prabowo Subianto Deklarasi Bareng Petani Karawang : Berdiri di Atas Kaki Sendiri

Rabu, 7 Januari 2026 | 21:03 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat berpidato di acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Rabu (7/1/2026). (Kalimantansatu.com/Dok. Tim Media Presiden Prabowo Subianto)

KALIMANTANSATU.COM, KARAWANG –Pemerintahan era Presiden Prabowo Subianto berhasil mewujudkan cita-cita swasembada pangan hanya dalam waktu setahun.

Bukti itu terlihat dari jumlah cadangan beras pemerintah yang mencapai 3,2 juta ton sekaligus tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Prabowo menyebut, swasembada pangan sebetulnya ditargetkan dapat dicapai dalam waktu empat tahun.

Menurut dia, ini nerkat kerja keras dan kerja sama apik dari para jajarannya, sehingga swasembada pangan bisa terwujud lebih cepat.

Baca Juga: Apresiasi Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Karawang, Petani Cilembar : Jadi Motivasi Tambah Produksi

"Waktu saya dilantik jadi Presiden, saya beri target empat tahun swasembada pangan. Terima kasih saudara bekerja keras, bersatu, kompak sehingga satu tahun kita sudah swasembada. Satu tahun kita sudah berdiri di atas kaki sendiri. Satu tahun kita tidak tergantung bangsa-bangsa lain," ungkap Presiden Prabowo Subianto saat berpidato di acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Rabu (7/1/2026).

Tercapainya swasembada pangan merupakan bukti bahwa Indonesia adalah bangsa yang kuat, berdaulat dan mandiri.

Kemandirian pangan sangat penting bagi kelangsungan hidup suatu bangsa.

Prabowo menuturkan, Indonesia pernah terancam krisis pangan akibat ketergantungan pada impor.

Pada masa pandemi COVID-19 melanda seluruh dunia, Indonesia sempat kesulitan mendapatkan pasokan beras dari luar negeri.

Oleh karenanya, momentum swasembada beras kali ini terbilang sangat tepat dan relevan.

Baca Juga: Produksi Jagung Nasional Tahun 2025 Meningkat, Naik Signifikan Hampir 1 Juta Ton Dibandingkan 2024

Di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, Indonesia telah mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokoknya sendiri.

"Tidak mungkin bangsa itu merdeka kalau pangan tergantung bangsa lain. COVID adalah pembuka mata, peringatan, lampu kuning bagi bangsa Indonesia agar jangan mau tergantung bangsa lain. Apalagi untuk pangan, juga untuk energi," tegasnya.

Halaman:

Tags

Terkini