KALIMANTANSATU.COM - PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) memberikan penjelasan terhadap Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait strategi memperbaiki tren pendapatan dan rugi bersih.
Sebagai informasi, KIOS mengalami penurunan pendapatan dan tren pembukuan kerugian selama beberapa tahun terakhir.
Direktur Utama KIOS, Ornela Bartin Sutan Giri menegaskan, belum terdapat rencana perubahan model bisnis lain.
Untuk memperbaiki tren pendapatan yang menurun dan rugi bersih, kata dia, pihaknya tidak hanya melakukan penghematan biaya.
"Yang akan dilakukan Perseroan selain penghematan biaya, perseroan akan berupaya mencari peluang-peluang baru yang lebih efektif dan efisien untuk penambahan/peningkatan pendapatan dimasa yang akan datang, terutama di segmen pengelolaan jasa manajemen persediaan yang mengalami pertumbuhan sebesar 49% dibandingkan dengan periode sebelumnya," ungkap Ornela dalam Penjelasan Bursa Efek Indonesia, Jumat (2/1/2026).
Ornela bilang, saat ini Perseroan masih fokus dalam mengurangi kerugian dengan menekan biaya yang ada.
"Selain itu, Perseroan telah berupaya memberikan harga jual yang kompetitif bagi para pelanggan guna untuk memperoleh peningkatan pendapatan/penjualan," tandasnya.
(*)
Artikel Terkait
4 Cara Menentukan Resistance Saham Sebelum Membeli Untuk Trader dan Investor, Wajib Paham Sob
Ada Happy Hapsoro, Bakrie dan Haji Isam ! Mengintip Signifikannya Kenaikan Saham Terafiliasi 3 Konglomerasi Baru di IDX Tahun 2025
Dicecar BEI ! Bos Kioson Komersial Indonesia (KIOS) Bongkar Alasan Tingginya Nilai Jaminan untuk PT Jaring Logistik Indonesia
BCA Finance Limited Dilikuidasi di Hong Kong, Manajemen BBCA Jelaskan Penyebabnya
Capaian Strategis Pengembangan SDM, IFG Corporate University Dapat Akreditasi Global EFMD–CLIP dalam Lima Tahun Sejak Berdiri
Berapa Nilai Tukar Petani Nasional 2025 Secara Kumulatif ? Dianggap Menguatkan Posisi Tawar Petani dan Sektor Pertanian, BPS Beberkan Datanya
Produksi Jagung Nasional Tahun 2025 Meningkat, Naik Signifikan Hampir 1 Juta Ton Dibandingkan 2024
DKFT Menjadi Penjamin Kredit Rp245 Miliar Mega Buana Resources dari Bank China Construction Bank Indonesia, Ini Penjelasan Bos Central Omega Resources
Melonjak 1.429,76 Persen Sejak IPO ! Harga Saham RLCO Hari Ini Sentuh Rp2.570 per Lembar, Investor Abadi Lestari Indonesia Panen Cuan
Kolaborasi PTPP dan Danantara Bangun Hunian Sementara di Aceh Tamiang, Joko Raharjo : Ruang Transisi Sebelum Pemulihan Jangka Menengah dan Panjang
Sah ! BP BUMN Dapat Pengalihan Saham KRAS dari Danantara Asset Management, Manajemen Krakatau Steel Ungkap Jumlahnya
Bagaimana Nasib Suspensi Saham INAF Sejak 28 Juni 2024 ? Ada Kabar Terbaru, Bos Indofarma Ungkap Upaya Manajemen
Inflasi Indeks Harga Konsumen 2025 Terjaga ! Bank Indonesia Yakin Terkendali pada Tahun 2026 dan 2027
Apakah Menguntungkan Baja ? Begini Respons Bos Krakatau Steel (KRAS) Soal Perlindungan Industri Dalam Negeri yang Dilontarkan Menperin Agus Gumiwang