Di samping pangan, Prabowo juga meyakini Indonesia bisa mandiri dalam hal pemenuhan kebutuhan energi.
Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan alam dan potensi yang besar, sehingga swasembada bukanlah hal yang mustahil.
Kuncinya adalah pengelolaan yang benar, serta keberpihakan pada petani dan nelayan.
"Bagaimana bisa negara yang begini besar, diberi karunia tanah yang subur tetapi tergantung bangsa lain untuk pangan. Kita impor pangan tidak masuk di hati saya, tidak masuk di akal saya. Dan saya tidak habis pikir, puluhan tahun para petani dan nelayan kita kurang dihormati, kurang dibela, kurang dilindungi," ucap Prabowo.
Lebih lanjut, Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga keberlanjutan swasembada pangan, menurunkan harga pangan dan sarana produksi pertanian, serta memastikan hasil itu benar-benar diterima oleh rakyat.
"Kemenangan ini adalah kemenangan rakyat. Dan ini baru awal. Kita akan buktikan swasembada ini kita jaga, kita ulangi, dan kita pertahankan setiap tahun," tandasnya.
Bareng Petani di Karawang, Prabowo Deklarasi Keberhasilan Indonesia Swasembada Pangan 2025
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi mendeklarasikan Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan pada akhir 2025.
Hal ini disampaikan beberengan dengan acara Panen Raya di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026) siang.
“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pada hari ini, Rabu 7 Januari 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini mengumumkan telah tercapainya swasembada pangan tahun 2025 bagi seluruh bangsa Indonesia,” ujar Prabowo, yang dilanjutkan dengan prosesi menumbuk gabah secara simbolis.
Baca Juga: Idamkan Kesejahteraan, Mimpi Prabowo Subianto Ingin Anak-anak Petani Jadi Insinyur hingga Jenderal
Sebagai simbol keberhasilan swasembada pangan nasional, Prabowo menutup rangkaian acara tersebut dengan menumbuk gabah sebagai perlambang kerja keras, pengabdian, dan kemandirian petani Indonesia.
Pada momen tersebut, Prabowo menegaskan bahwa capaian swasembada pangan merupakan tonggak penting kedaulatan bangsa. Menurutnya, tidak mungkin sebuah negara disebut merdeka apabila kebutuhan pangannya masih bergantung pada bangsa lain.
“Tidak mungkin bangsa itu merdeka kalau urusan pangan masih tergantung pada bangsa lain. Itu tidak masuk di akal saya, dan tidak masuk di hati saya,” tegas Prabowo.