KALIMANTANSATU.COM - Pemerintah menggenjot kebangkitan komoditas kelapa nasional. Kini, kebun rakyat sebagai pondasi utamanya sedang dibenahi.
Kementerian Pertanian (Kementan) memfokuskan peremajaan atau replanting tanaman kelapa tua dan rusak sebagai langkah awal, sebelum mendorong hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing komoditas tersebut.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Mentan Amran) menegaskan, peremajaan kebun menjadi kunci dalam mengatasi stagnasi produktivitas kelapa nasional yang selama ini membebani petani.
Tanpa kebun yang produktif, kata dia, hilirisasi tidak akan berjalan optimal.
“Kelapa adalah komoditas rakyat yang melibatkan jutaan petani. Fondasinya harus dibenahi dulu, mulai dari kebunnya. Setelah itu, pengembangan harus dilakukan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir agar benar-benar memberi nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Mentan Amran dalam keterangan tertulisnya dikutip Kalimantansatu.com, Kamis (22/1/2025).
Hingga sekarang, pengembangan kelapa nasional masih dihadapkan pada berbagai tantangan struktural.
Produktivitas kelapa tercatat stagnan di kisaran 1,1 ton kopra per hektare per tahun.
Selain itu, banyak tanaman kelapa yang telah berusia tua dan rusak, luas areal cenderung menurun, benih unggul masih terbatas, serta penerapan Good Agricultural Practices (GAP) belum merata. Kondisi tersebut diperparah oleh panjangnya rantai pasok yang melemahkan posisi tawar petani.
Proritas Peremajaan
Direktur Jenderal Perkebunan Kementan Abdul Roni Angkat mengatakan, pemerintah telah menyiapkan kebijakan pengembangan kelapa secara menyeluruh dengan menempatkan peremajaan sebagai langkah prioritas.
“Pengembangan kelapa kami fokuskan pada peremajaan tanaman tua dan rusak, perluasan areal tanam baru, serta intensifikasi kebun melalui bantuan benih unggul bersertifikat dan sarana produksi pendukung,” jelas Roni.
Meski menghadapi berbagai tantangan, potensi kelapa nasional dinilai masih sangat besar. Indonesia memiliki luas areal kelapa lebih dari 3,3 juta hektare dengan produksi sekitar 2,8 juta ton per tahun dan melibatkan lebih dari 5,5 juta kepala keluarga petani.