Kesesuaian agroklimat di berbagai wilayah menjadi modal penting untuk mengembangkan kelapa berbasis kawasan dan korporasi petani.
Seiring perbaikan di sisi hulu, pemerintah mulai mengakselerasi pengembangan kawasan kelapa berbasis hilirisasi.
Roni menyebut, program hilirisasi kelapa mulai digulirkan sejak 2025 melalui pengembangan kawasan seluas 11.515 hektare.
“Pada 2026, pengembangan kawasan hilirisasi kelapa ditargetkan meningkat signifikan hingga mencapai 154.000 hektare. Selanjutnya pada 2027 akan kembali diperluas seluas 64.275 hektare, seiring dengan penguatan industri pengolahan dan kemitraan usaha,” ujarnya.
Hilirisasi Menjadi Kunci
Hilirisasi dinilai menjadi kunci dalam mengangkat nilai ekonomi kelapa.
Menurut Mentan Amran Sulaiman, pengolahan kelapa mampu memberikan lonjakan nilai tambah yang signifikan dibandingkan menjualnya dalam bentuk bahan mentah.
“Satu butir kelapa saat ini harganya sekitar Rp3.000. Namun jika diolah menjadi coconut milk atau coconut water, nilainya bisa melonjak menjadi Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per butir. Di sinilah pentingnya hilirisasi,” tegas Mentan Amran.
Melalui program hilirisasi, Kementan mendorong pengembangan berbagai produk turunan kelapa bernilai tambah tinggi, mulai dari minyak kelapa murni atau virgin coconut oil (VCO), santan, gula kelapa, nata de coco, arang dan briket tempurung, cocopeat, serat sabut, hingga produk pangan dan kosmetik berbasis kelapa.
Seluruh proses pengembangan didukung penerapan GAP, penguatan pascapanen, serta fasilitasi akses pasar domestik dan ekspor.
Dari sisi kelembagaan, pemerintah juga memperkuat peran kelompok tani dan gabungan kelompok tani melalui pelatihan, akses pembiayaan, kemitraan dengan sektor swasta, serta dukungan regulasi.
Sejumlah kerja sama dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha turut dilakukan, termasuk pengembangan benih, pembangunan kebun induk, hingga industrialisasi kelapa di sentra-sentra produksi.
Dengan fondasi kebun yang diperkuat melalui peremajaan dan dukungan hilirisasi yang terintegrasi, Kementerian Pertanian optimistis kelapa dapat kembali berjaya sebagai komoditas unggulan nasional.