Lonjakan Suhu dan Tekanan Melebihi Batas
Sementara itu, Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Putu Juli Ardika, mengungkapkan, dugaan awal penyebab ledakan adalah kegagalan fungsi (failure) pada tabung sterilisasi akibat lonjakan suhu dan tekanan yang melebihi batas desain kemampuan alat.
Setelah insiden, seluruh aktivitas produksi di pabrik tersebut telah dihentikan sementara untuk mendukung proses investigasi.
"Saat ini pihak perusahaan bersama Tim Identifikasi Forensik (Inafis) Polrestabes Semarang sedang melakukan olah TKP dan pendalaman untuk mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan, termasuk memeriksa apakah ada unsur kelalaian. Kami di Direktorat Jenderal Industri Agro juga telah berkoordinasi dengan Kepala Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Pencegahan Pencemaran Industri (BBSPJPPI) di Semarang untuk terus mengawal penanganan insiden ini," ungkap Putu.
Kemenperin menegaskan akan terus memantau perkembangan penyelidikan secara intensif serta berkoordinasi dengan instansi terkait.
Kemenperin juga mengimbau kepada seluruh pelaku usaha industri manufaktur di Indonesia untuk melakukan pengecekan serta kalibrasi berkala terhadap fasilitas mesin produksi guna mencegah terjadinya insiden.
(*_*)