KALIMANTANSATU.COM - Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia bertahan di zona positif dan memerlukan dorongan berkelanjutan guna memperkuat tren ekspansi nasional.
Pada triwulan II 2026, perekonomian Indonesia berhasil mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,29% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Capaian ini menjaga konsistensi momentum ekspansi ekonomi setelah pada triwulan I 2026 sebelumnya mampu tumbuh di level 5,61% (yoy).
"Pertumbuhan tersebut banyak ditopang oleh stimulus fiskal yang berdampak pada peningkatan konsumsi Pemerintah dan investasi," ungkap Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Agustus 2026 secara daring di Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Lanjut Destry, konsumsi Pemerintah tetap tumbuh tinggi bersumber dari peningkatan belanja pegawai termasuk pembayaran gaji ke-13, serta belanja barang dan jasa terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sementara itu, konsumsi rumah tangga tetap baik meskipun perlu terus ditingkatkan memanfaatkan momentum kuatnya stimulus fiskal.
Demikian pula ekspor juga perlu terus didorong sehingga makin memperkuat struktur pertumbuhan ekonomi.
"Ke depan, pertumbuhan ekonomi diprakirakan tetap baik ditopang implementasi berbagai program stimulus Pemerintah dan keyakinan pelaku ekonomi yang terjaga," timpalnya.
Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan melalui kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran yang bersinergi erat dengan kebijakan Pemerintah untuk menjaga stabilitas dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 berada dalam kisaran 4,9–5,7%," pungkas Destry.
(Uploader: Panji Narendra M.)