KALIMANTANSATU.COM - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan peran vital Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam agenda industrialisasi nasional.
BUMN ditekankan agar tidak sekadar menjadi entitas pemilik aset atau pelaksana proyek belaka, melainkan wajib menjadi motor pembangun kapabilitas nasional.
Lanjut Agus, langkah ini direalisasikan melalui penguatan rantai nilai, percepatan hilirisasi, pembukaan akses pasar, pemanfaatan teknologi, pembinaan talenta, serta pelibatan Industri Kecil dan Menengah (IKM) ke dalam rantai pasok.
Menperin menjelaskan bahwa industrialisasi merupakan instrumen transformasi struktural untuk menggenjot produktivitas, menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, serta menaikkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
“Industrialisasi adalah proses membangun kemampuan bangsa, mulai dari kemampuan mengolah sumber daya, menguasai teknologi, mengembangkan sumber daya manusia, memperkuat rantai pasok, menciptakan merek, hingga menembus pasar global,” ungkapnya Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita saat memberikan pembekalan pada Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (President’s Future Leaders Program/P3MD) Pegawai BUMN Batch 1 Tahun 2026 di Kodiklat TNI, Serpong, Rabu (19/8/2026).
Capaian Fundamental Industri Manufaktur Indonesia
Agus menggarisbawahi bahwa hilirisasi sumber daya alam merupakan langkah awal, bukan akhir.
Indonesia tidak boleh sebatas menjadi penyedia bahan mentah atau pasar bagi produk luar negeri, melainkan harus memaksimalkan potensi pasar domestik sebagai pilar industri nasional.
Adapun capaian positif manufaktur nasional tercermin dalam sejumlah indikator utama, diantaranya sebagai berikut:
- Pertumbuhan Sektor: Industri pengolahan nonmigas pada triwulan II 2026 tumbuh 5,32% (yoy)—melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,29%. Sektor ini menyumbang 16,83% terhadap PDB nasional atau sekitar Rp1.102,88 triliun.
- Investasi & Tenaga Kerja: Realisasi investasi manufaktur nonmigas mencapai Rp199,48 triliun (berkontribusi 38,89% dari total investasi nasional), dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 19,99 juta orang hingga Februari 2026.
- Kinerja Ekspor & Indikator Bisnis: Ekspor manufaktur nonmigas periode Januari–Juni 2026 menembus USD 115,50 miliar (mendominasi 82,03% total ekspor nasional). Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Juli 2026 berada di level 53,1 dan PMI Manufaktur bertahan di zona ekspansif 50,2.
- Peringkat Dunia (Manufacturing Value Added/MVA): Nilai MVA Indonesia tahun 2025 mencapai USD 275,61 miliar, menempatkan Indonesia di peringkat ke-12 dunia sekaligus yang terbesar di Asia Tenggara.
(Prabu Warah)
Artikel Terkait
Kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu Belum Optimal Karena AGIT, Begini Rekomendasi Kemenperin Supaya Tak Berdampak ke Operasional Industri dan PHK
Kinerja Manufaktur Nasional Masih Resiliensi, IKI Juni 2026 Cerminkan Fase Ekspansi ! Kemenperin Ungkap Tantangan yang Dihadapi Pelaku Industri
Manufaktur Indonesia Pulih! Kinerja Industri Nasional Membaik di IKI Juli 2026: 22 Subsektor Masuk Fase Ekspansi, Investasi Rp157,6 Triliun
Impresif ! Penyumbang PDB Terbesar, Sektor Industri Pengolahan Nonmigas Kembali Jadi Motor Ekonomi RI, Tumbuh 5,32 Persen di Triwulan II-2026
Menilik Kinerja Industri Tekstil 2026: Ekspor Capai USD 4,85 Miliar dan Serap 3,8 Juta Tenaga Kerja ! Kemenperin Target Menang Kompetisi Global
Kemendag Sosialisasi Aturan Ekspor Terbaru: Pahami Rincian Ketentuan Beras, Pisang dan Nanas ! Begini Tata Caranya
Indonesia Jadi Eksportir Terbesar Ke-5 di Dunia, Ekspor Minyak Atsiri Naik 34,4% , Nilai Ekspor Tembus USD 348,7 Juta! Kemenperin Pacu Hilirisasi
Tembus Rp5,95 Triliun! Business Matching Kemendag Buka Pasar Ekspor Bagi 1.021 UMKM, Fasilitasi Transaksi Ekspor Terbanyak di 33 Negara
Kemenhaj Usulkan Penyesuaian Biaya Haji 2027 ke DPR Rp107,3 Juta ! Total BPIH Naik Namun Bipih Berpotensi Turun
Transaksi Renminbi Tembus US$38,9 Miliar! BI Siapkan Bank of China dan Himbara Jadi Bank Kliring, Beroperasi Kuartal IV-2026
Pembahasan Tingkat I Selesai: Seluruh Fraksi Banggar DPR Setujui RUU P2 APBN TA 2025, Menkeu Purbaya Apresiasi : Fondasi Pengelolaan Keuangan Negara
Bekali Peserta P3MD, Menperin Agus Gumiwang Ingatkan Pemimpin BUMN Hadapi Risiko Majemuk dan Dinamika Global, Sebut Ukuran Perusahaan Bukan Jaminan!