2. Hiperhidrosis sekunder
Hiperhidrosis sekunder biasanya menyebabkan seluruh tubuh berkeringat secara berlebihan, bahkan saat sedang tidur.
Hiperhidrosis sekunder biasanya baru muncul setelah usia dewasa.
Baca Juga: Pantangan Makanan yang Harus Dihindari Penderita Cacar Air agar Cepat Sembuh
Cara Penanganan Hiperhidrosis
Penanganan hiperhidrosis tergantung pada penyebabnya.
Jika disebabkan oleh suatu kondisi medis, dokter akan terlebih dahulu mengatasi penyebab tersebut sebelum menangani hiperhidrosis.
Namun, jika penyebab hiperhidrosis tidak diketahui, dokter akan langsung mengatasi keringat berlebih.
Jika perbaikan gaya hidup tidak bisa mengendalikan keluarnya keringat, ada beberapa metode yang umumnya dilakukan dokter, yaitu :
1. Pemberian obat-obatan
Untuk meredakan hiperhidrosis, dokter akan meresepkan obat-obatan.
2. Alat penghambat keringat (iontophoresis)
Iontophoresis dilakukan jika hiperhidrosis terjadi di telapak tangan atau kaki.
Terapi ini dilakukan dengan merendam tangan atau kaki pasien ke dalam air.
Setelah itu, aliran listrik akan disalurkan lewat air untuk menghambat kelenjar keringat.