3. Suntik Botulinum Toksin (Botox)
Suntik botox dapat menghambat kerja saraf yang menyebabkan keringat berlebih untuk sementara.
Suntik botox diberikan beberapa kali di area tubuh yang berkeringat dengan diawali pemberian obat bius lokal.
4. Terapi gelombang mikro
Terapi ini menggunakan energi gelombang mikro untuk menghancurkan kelenjar keringat.
Terapi ini dilakukan selama 20-30 menit setiap 3 bulan sekali, hingga pasien sembuh.
Meski demikian, terapi ini dapat menimbulkan efek samping berupa rasa tidak nyaman dan perubahan sensasi pada kulit.
5. Operasi simpatektomi
Operasi untuk hiperhidrosis dilakukan jika metode pengobatan lain tidak efektif.
Operasi yang bernama simpatektomi ini bisa dilakukan dengan cara operasi bedah atau laparoskopi (endoscopic thoracic sympathectomy).
Operasi ini dilakukan dengan cara memotong sebagian kecil saraf yang mengatur produksi keringat.
(Tim Kalimantan Satu 02)
Artikel Terkait
Gelar GR Itu Apa ? Kamu Wajib Tahu Apa itu Gelar GR, Tujuan PPG dan Kualifikasi PPG Sesuai Permendikbud Nomor 87 Tahun 2013
Apa itu Stunting ? Lagi Gencar Dientaskan Pemerintah Indonesia untuk Menyongsong Generasi Emas 2045, Ini Penyebab Stunting dan Cara Mengukur Stunting
Otoriter itu apa ? Dikenal Sebagai Gaya Kepemimpinan. Ketahui Apa itu Otoriter, Ciri ciri Otoriter, Kelebihan Otoriter dan Kekurangan Otoriter
Apa itu Imaji ? Sahabat, Untuk Mengetahui Imaji itu Apa, Berikut Ini Pengertian Imaji Menurut Pendapat Para Ahli
Apa itu Love Language ? Sahabat, Sudah Tahu Love Language itu Apa dan 5 Jenis Love Language agar Hubungan Langgeng
Apa itu Personal Selling ? Yuk Ketahui Personal Selling itu Apa, Ciri Personal Selling, Tujuan Personal Selling dan Bentuk Personal Selling
Apa itu Separatisme ? Ketahui Motivasi Dibalik Gerakan Separatisme dan Contoh Separatisme yang Pernah Terjadi di Dunia