"Bitcoin itu untuk setiap satu bitcoin yang tercipta itu ada biaya listriknya, biaya untuk menciptakan satu Bitcoin hampir mencapai 25.000 USD (sekitar Rp408 juta)," papar Oscar.
"Itu belum terkait biaya beli alat mining-nya, infrastruktur lain yang menambahkan ke dalam biayannya itu," tukasnya.
Pernyataan ini semakin memperkuat persepsi Bitcoin bisa menjadi alternatif investasi selain emas.
Kendati sama-sama memiliki biaya produksi yang mahal, keduanya dianggap mampu mempertahankan nilai di tengah kondisi pasar yang tidak menentu.
Namun, Oscar juga mengingatkan setiap investor harus memahami risiko masing-masing instrumen. Meski dianggap aman, baik emas maupun Bitcoin memiliki ukuran perubahan statistik harga atau volatilitas yang perlu diantisipasi.
Hingga hari ini, dengan semakin berkembangnya teknologi dan tren investasi digital, pandangan terhadap Bitcoin sebagai “emas digital” tampaknya akan terus menjadi perbincangan hangat di kalangan investor global.
(*)
Artikel Terkait
Beri Pujian ke Prabowo Subianto Ihwal Abolisi Tom Lembong dan Amnesti Hasto Kristiyanto, Mahfud MD : Langkah Tepat di Situasi Genting Penegakan Hukum
TNI Lumpuhkan 3 Anggota OPM di Kampung Tigilobak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah
Ramai Polemik Royalti Lagu bagi Kafe dan Warung Kopi, Persebaya Gratiskan Song For Pride untuk Semua Tempat Usaha Komersial
Diduga Terlibat Jaringan Terorisme, 2 ASN Aceh Ditangkap Densus 88 Antiteror Polri
Kisah Diet Wanita Sukses Menurunkan Berat Badan hingga 38 Kg, Claire Spencer Hanya Terapkan Metode Jalan Kaki 6-6-6. Apa itu Caranya ?
Bongkar Rahasia Umur Panjang Baterai Li-ion pada Mobil Listrik ! Mari Pahami Dulu Siklus Hidup dan Cara Merawatnya Gaes
Para Ayah atau Calon Bapak Harus Tahu Alasan Mengapa Ibu Hamil Harus Bebas dari Stres ! Ada Hubungannya terhadap Hal Ini Gaes
Biar Makin Macho ! Cek 10 Daftar Harga Motor Adventure Touring Paling Populer di Indonesia Agustus 2025, Termurah Rp 33 Jutaan
Ini Pilihan Dua Lip Cream yang Bisa Jadi Eyeshadow Multifungsi Auto Hemat Buat Cewek-cewek Kece Tetap Standout
Kena Dampak Kampanye Negatif dan Serangan Buzzer ! Produk Deodoran Asal Denmark Perspirex Pamit dari Indonesia