KALIMANTANSATU.COM - Pendapatan PT Verona Indah Pictures Tbk (VERN) anjlok 71,56 persen per 30 Juni 2025.
Pendapatan perseroan hanya sebesar Rp39,46 miliar.
Capaian tersebut minus Rp99,27 miliar dari Rp138,73 miliar pada 30 Juni 2024 lalu.
Angka tersebut berdasarkan Laporan Keuangan per 30 Juni 2025 yang tidak diaudit pada Laporan Rugi Laba dan Penghasilan Komprehensif Lain.
Corporate Secretary PT Verona Indah Pictures Tbk Budiman Darwin E Siagian mengungkapkan, penurunan penjualan disebabkan oleh kondisi ekonomi Indonesia yang belum stabil, dimana terjadi penurunan permintaan sinetron dari stasiun televisi, serta geopolitik global yang dinamis.
"Di luar itu, dalam hal target film bioskop, belum dapat ditayangkan di Semester-1 2025 karena masih masuk dalam waiting list di bioskop," ungkapnya dalam penjelasan atas Laporan Keuangan per 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip Kalimantansatu.com, Minggu (28/9/2025).
Pada tahun 2025, VERN tidak lagi memperoleh pendapatan dari PT Digi Bintang Sinergi.
Lantaran, kini VERN menjual tayangan kepada PT Cakrawala Andalas Televisi.
PT Cakrawala Andalas Televisi merupakan pelanggan Perseroan sejak tahun 2017 sebagai jaringan televisi swasta nasional di Indonesia yang menyiarkan berbagai program hiburan, berita, dan acara berkualitas lainnya sejak tahun 1993 (lebih dikenal sebagai ANTV).
"Perseroan terus menerus memberikan produk berkualitas dan menjaga hubungan baik dengan PT Cakrawala Andalas Televisi," timpalnya.
Terkait upaya meningkatkan pendapatan pada akhir semester II tahun 2025, lanjut Budiman, PT Verona Indah Pictures Tbk terus membuat ide kreatif untuk tayangan sinetron di Stasiun Televisi.
"Perseroan juga tengah berupaya untuk dapat menayangkan produk Film Bioskop, tayangan perdana sudah didapat di awal Desember 2025," imbuhnya.
Ia mengakui kinerja pendapatan PT Verona Indah Pictures Tbk pada Semester-1 2025 kurang optimal, karena kondisi ekonomi Indonesia yang belum kondusif, yang mempengaruhi bisnis televisi.
Artikel Terkait
Kabar Saham Hari Ini : Komisaris Utama PT Damai Sejahtera Abadi Tbk Pudji Harianto Beli Saham UFOE, Jumlah Kepemilikannya Bertambah Jadi Segini
Terpantau Dua Kali Transaksi ! Pengendali Era Mandiri Cemerlang Jual Saham IKAN Sebanyak 20 Juta Lembar, Segini Duit yang Dikantongi dan Sisa Sahamnya
Kabar Saham Hari Ini : Kenapa Anak Usaha Diamond Food Indonesia (DMND) Digugat PKPU ? Begini Penjelasan Manajemen dan Langkah yang Diambil
Kabar Saham Hari Ini : Setelah Ekspor Perdana ke Amerika Serikat, Zyrexindo Mandiri Buana (ZYRX) Dapat Fasilitas KITE dari Ditjen Bea Cukai Kemenkeu
Kabar Saham Hari Ini : Sawit Sumbermas Sarana (SMSS) Rencana Akuisisi 63,4% Saham PT Sawit Mandiri Lestari Senilai Rp1,6 T dari PT Citra Borneo Indah
Kabar Saham Hari Ini : PT Suparma Tbk (SPMA) Umumkan Pembagian Dividen Tahun Buku 2024 Senilai Rp378,4 Miliar ! Cek Jadwal dan Berapa Rasionya
Kabar Saham Hari Ini : Penjualan Turun Signifikan dari PLN Prabayar, Begini Penjelasan Manajemen PT Hensel Davest Indonesia Tbk (HDIT)
Belajar dari Kasus BCA dan Bank Permata, Pembobolan RDN Saham Nasabah Tanggung Jawab Siapa ?
Kabar Saham Hari Ini : Perintis Triniti Properti (TRIN) Jual Saham Anak Perseroannya ke PT Sequoia Tumbuh Sejahtera, Segini Total Transaksinya
Kabar Saham Hari Ini : Apa Hasil RUPSLB Asuransi Multi Artha Guna (AMAG) Tahun 2025 ? Firdaus Djaelani Mundur dari Komisaris Independen