KALIMANTANSATU.COM - PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS) bakal menambah dua Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Baru.
Dua KBLI itu yaitu, Aktivitas Perusahaan Holding (KBLI 64200) dan Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya (KBLI 70209).
Setelah diumumkan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), penambahan KBLI Baru wajib terlebih dahulu memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Berdasarkan informasi, jadwal RUPS CSIS digelar pada 19 Desember 2025.
Adapun penambahan KBLI Baru ini, dalam rangka restrukturisasi group usaha Perseoan.
Perseroan direncanakan menjadi holding properti pada group bisnis Perseroan.
Saat ini, Perseroan memiliki 3 Perusahaan Anak yang bergerak di dalam bisnis Properti yaitu Kawasan Industri dan Perhotelan.
"Dengan menambahkan KBLI baru yaitu Aktivitas Perusahaan Holding (KBLI 64200) dan Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya (KBLI 70209), Perseroan dapat berfokus untuk mengembangkan bisnis Perusahaan Anak dan berinvetasi pada perusahaan properti lainnya yang dinilai memiliki prospek usaha yang baik," ungkap Direksi CSIS dalam Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa, 15 Desember 2025.
Sumber pendanaan CSIS untuk penambahan kegiatan usaha salah satunya dari Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I) yang diperkirakan akan mendapatkan dana sebanyak-banyaknya Rp198.664.000.000,- (Rp198,6 Miliar).
Kegiatan usaha yang baru yaitu Aktivitas Perusahaan Holding akan menjadi kegiatan usaha utama Perseroan dan kegiatan usaha Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya menjadi kegiatan usaha penunjang.
Saat ini, CSIS masih berfokus untuk memperkuat dan memperbaiki struktur group usaha Perseroan.
Sebagai perusahaan hoding, ke depan Perseroan akan fokus untuk melihat peluang bisnis dengan berinvestasi di sektor properti agar meningkatkan valuasi Perseroan sehingga dapat meningkatkan shareholder value.
Artikel Terkait
4 Cara Menentukan Support Saham Sebelum Membeli ! Investor dan Trader Bisa Coba Pakai Metode Ini
Kabar Saham Hari Ini : RAFI Dicecar BEI Terkait Gugatan Pailit di Pengadilan Niaga Jakpus, Begini Penjelasan Manajemen Sari Kreasi Boga
Kapan Suspensi Saham PPRO Lepas dari Papan FCA BEI ? Dirut PP Properti Dyah Rahadyannie Sampaikan Upaya Manajemen
Lagi Negoisasi ! Asri Karya Lestari Bakal Punya Pengendali Baru, Siapa Calon Pembeli Saham ASLI ?
Kabar Saham Hari Ini : Multi Garam Utama Rencanakan PMTHMETD Sebanyak 395 Ribu Lembar Saham, Bakal Digunakan Manajemen FOLK untuk Apa ?
Saham RLCO IPO di BEI, Ada Pembatasan bagi Pengendali ! Investor Harus Tahu Informasi Ini
Langsung Masuk Daftar Top Gainer, Saham RLCO Sentuh ARA Melonjak 34,52 Persen Setelah Resmi IPO di BEI
Kini, Arsari Nusa Investama Jadi Pemegang Saham Indokripto Koin Semesta (COIN) ! Apa Alasan Entitas Usaha Ansari Group Milik Hashim Djojohadikusumo ?
Wahai Investor, Cek Periode Jadwal Buyback Saham GEMA ! Direksi Gema Grahasarana Siapkan Dana Segini untuk Pembelian Kembali
Harga Saham IKAI di Bawah Rp50 dan Masuk Pemantauan BEI, Apa Penyebabnya ? Manajemen Intikeramik Alamasri Industri Ungkap Upaya agar Kembali Normal