Akhir Tahun 2025, Perekonomian Nasional RI Tetap Resilien di Tengah Dinamika Tantangan Global, Inflasi Terkendali dan Surplus Perdagangan Positif

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Selasa, 30 Desember 2025 | 15:08 WIB
Ilustrasi ekonomi. (Kalimantansatu.com/Dok. stevepb)
Ilustrasi ekonomi. (Kalimantansatu.com/Dok. stevepb)

KALIMANTANSATU.COM - Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengungkapkan, kita patut bersyukur bahwa perekonomian nasional akhir tahun 2025 tetap resilien di tengah tantangan global yang tidak mudah dan penuh tantangan.

Sejumlah tekanan geopolitik, volatilitas pasar keuangan, serta perlambatan ekonomi global tidak menghalangi Indonesia untuk menjaga stabilitas dan memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi nasional.

"Capaian ini merupakan hasil kerja bersama lintas kementerian dan lembaga dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong transformasi ekonomi,” ujar Susiwijono Moegiarso ketika memimpin Apel Pagi Tutup Tahun 2025 di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (29/12/2025).

Baca Juga: Apa itu Buy Now Pay Later Sektor Jasa Keuangan ? Ternyata Ini Tujuan OJK Berlakukan Beli Sekarang Bayar Nanti

Sepanjang 2025, lanjut dia, perekonomian Indonesia menunjukkan resiliensi yang solid dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,04% (yoy) pada Triwulan III 2025, dan inflasi terkendali di level 2,72% per November 2025.

Sementara itu, surplus perdagangan sebesar USD35,88 miliar pada periode Januari–Oktober 2025 yang mencatatkan tren positif selama 66 bulan berturut-turut.

Sejumlah indikator lainnya seperti PMI Manufaktur, Indeks Keyakinan Konsumen, dan pertumbuhan kredit juga berada pada zona positif.

Peran Indonesia Meningkat di Global

Susiwijono Moegiarso menambahkan di tingkat global, peran Indonesia semakin menguat melalui partisipasi aktif dalam berbagai forum internasional, termasuk aksesi OECD, BRICS, G20, ASEAN, APEC, dan RCEP.

Pemerintah juga terus mendorong perluasan kerja sama ekonomi melalui berbagai perjanjian dagang strategis, antara lain IEU-CEPA, ICA-CEPA, ACFTA 3.0, serta penandatanganan Indonesia–EAEU Free Trade Agreement pada 21 Desember 2025.

Baca Juga: Kenali Akad-akad Dalam Transaksi Bank Syariah yang Harus Dipahami oleh Umat Islam, Salah Satunya Mudharabah

Selain itu, negosiasi tarif resiprokal dengan Amerika Serikat juga telah mencapai kesepakatan substansi utama dan ditargetkan rampung pada awal 2026.

Di bidang transisi energi, komitmen pendanaan Just Energy Transition Partnership (JETP) untuk Indonesia meningkat dari USD20 miliar pada 2022 menjadi USD21,4 miliar pada 2025.

"Peningkatan komitmen ini mencerminkan kepercayaan kuat mitra internasional terhadap kebijakan transisi energi Indonesia yang berkelanjutan dan inklusif," timpalnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X