Perusahaan asal Jawa Timur ini tumbuh dari eksportir sarang burung walet menjadi salah satu pemimpin kesehatan konsumen di Indonesia.
RLCO menyelaraskan diri dengan perubahan preferensi konsumen dan kebutuhan kesehatan, Perseroan bertransformasi dari ekspor bahan mentah menjadi produsen untuk produk Superfood melalui anak usaha.
Portofolio RLCO mencakup minuman sarang burung walet, kaldu ayam tinggi protein, suplemen kolagen, dan inovasi nutrisi berbasis protein yang mendukung energi harian, pemulihan cepat, serta vitalitas jangka panjang.
Saat ini, ekspor sarang burung walet olahan ke pasar China dilakukan oleh RLCO, sedangkan ekspor ke pasar non-China dijalankan melalui Entitas Anak.
Dana IPO RLCO Untuk Apa ?
Masih dikutip dari prospektusnya, RLCO akan memanfaatkan seluruh dana yang dihimpun dalam IPO untuk membeli sarang burung walet sebagai modal kerja.
Selain itu, sebesar 56,33% bakal dialokasikan untuk pemenuhan modal kerja RLCO dalam rencana pembelian sarang burung walet.
Lalu, sebesar 43,67% bakal dialokasikan kepada PT Realfood Winta Asia (RWA) sebagai penyertaan modal untuk melakukan pembelian sarang burung walet.
Untuk diketahui, Abadi Lestari Indonesia menggenggam 93,75% saham RWA.
(*)
Artikel Terkait
FOLK Masih Rugi ! Beban Umum dan Administrasi Tak Sebanding Penjualan, Bos Multi Garam Utama Ungkap Strategi Agar Bukukan Laba Bersih
Optimisme WMPP Kala Proyeksi Konsumsi Daging Nasional Meningkat, Bos Widodo Makmur Perkasa Bocorkan Target Kinerja 2026
4 Cara Menentukan Resistance Saham Sebelum Membeli Untuk Trader dan Investor, Wajib Paham Sob
Ada Happy Hapsoro, Bakrie dan Haji Isam ! Mengintip Signifikannya Kenaikan Saham Terafiliasi 3 Konglomerasi Baru di IDX Tahun 2025
Dicecar BEI ! Bos Kioson Komersial Indonesia (KIOS) Bongkar Alasan Tingginya Nilai Jaminan untuk PT Jaring Logistik Indonesia
BCA Finance Limited Dilikuidasi di Hong Kong, Manajemen BBCA Jelaskan Penyebabnya
Capaian Strategis Pengembangan SDM, IFG Corporate University Dapat Akreditasi Global EFMD–CLIP dalam Lima Tahun Sejak Berdiri
Berapa Nilai Tukar Petani Nasional 2025 Secara Kumulatif ? Dianggap Menguatkan Posisi Tawar Petani dan Sektor Pertanian, BPS Beberkan Datanya
Produksi Jagung Nasional Tahun 2025 Meningkat, Naik Signifikan Hampir 1 Juta Ton Dibandingkan 2024
DKFT Menjadi Penjamin Kredit Rp245 Miliar Mega Buana Resources dari Bank China Construction Bank Indonesia, Ini Penjelasan Bos Central Omega Resources