KALIMANTANSATU.COM - Manajemen PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menegaskan Perseroan menjalankan strategi bisnis yang berfokus pada transformasi menuju energi baru dan terbarukan dan penguatan infrastruktur digital dan teknologi, dengan tetap mempertahankan stabilitas dari bisnis pertambangan.
Hal ini sebagai jawaban terhadap Surat ΒΕΙ Nomor S-00293/BEI.PP2/01-2026 tertanggal 9 Januari 2026 perihal Permintaan Penjelasan Bursa.
Direktur DSSA David Fernando Audy bilang, strategi tersebut selaras dengan dinamika industri energi global yang bertransisi menuju emisi rendah karbon dan pesatnya pertumbuhan infrastruktur digital di Indonesia.
"Dalam mendukung transisi energi, Perseroan melalui entitas anak mempercepat transisi energi baru dan terbarukan melalui proyek-proyek panas bumi (Cipanas, Cisolok, dan Nage dengan total kapasitas sebesar 140 MW dan memiliki target commercial operation date pada tahun 2029) dan pengembangan energi surya, termasuk pabrik panel surya 1-2 GWp/tahun di KEK Kendal serta solusi rooftop PV," ungkap David melalui tanggapan Surat Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Selain itu, lanjut David, Perseroan juga giat mengembangkan bisnis teknologi, termasuk perluasan infrastruktur digital seperti layanan broadband, pusat data, serta investasi strategis di perusahaan teknologi dan start up untuk memperkuat ekosistem digital Perseroan.
Bisnis pertambangan tetap menjadi kontributor utama pendapatan Perseroan, dengan efisiensi operasional untuk hadapi volatilitas harga komoditas.
"Strategi Perseroan telah berselaras dengan kondisi industri dan dinamika pasar saat ini," timpalnya.
Meskipun batu bara masih memiliki peran yang dominan, kata David, Perseroan terus beradaptasi dengan volatilitas harga komoditas dengan meningkatkan efisiensi produksi dan kontrol biaya.
"Perseroan juga fokus pada pengembangan bisnis energi baru dan terbarukan dimana mencerminkan respons terhadap tren global menuju energi bersih dan permintaan domestik yang meningkat akan sumber energi ramah lingkungan," jelasnya.
Menurut dia, ekspansi ke teknologi dan layanan digital sejalan dengan pertumbuhan penetrasi internet, meningkatnya kebutuhan pusat data, dan akselerasi transformasi digital lintas sektor.
"Pengembangan infrastruktur di berbagai bidang (energi, digital, dan logistik) diharapkan dapat semakin memperkuat daya saing Perseroan dalam menghadapi tantangan pasar dan memperluas basis pelanggan secara berkelanjutan," pungkas David.
(*)
Artikel Terkait
Benarkah Ada Bantuan Subsidi Upah 2026 ? Begini Penjelasan Kemnaker
Apakah NELY Diakuisisi ? Bos Pelayaran Nelly Dwi Putri Luruskan Rumor, Ini Penjelasannya
7 Ide Bisnis Ramadhan 2026 yang Menjanjikan untuk Pelaku UMKM, Bisa Meraup Keuntungan Besar Karena Permintaan Melonjak
Targetkan Serapan Gabah Tembus 4 Juta Ton Tahun 2026, Mentan Amran Sulaiman Ungkap Cara Mencapainya
Sempat Anjlok Lebih dari 2,38% saat Perdagangan Sesi 2 ! IHSG Hari Ini Ditutup Melemah di Level 8.884,72
Data Jumlah Populasi Sapi Potong Indonesia 2025 : Pulau Jawa Penyumbang Terbesar ! Cek Wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua per Provinsi
Apa Kabar Rencana PMTHMETD PTDU ? Beri Penjelasan BEI, Bos Djasa Ubersakti Sampai Sebut BPD Kaltim Kaltara dan PT Penajam Makmur Jaya
Apa itu FCA Saham ? Investor Pemula Harus Tahu Mekanisme Perdagangan FCA Saham dan Berapa Lama Durasi agar Saham Keluar FCA
Tujuan dan Kriteria FCA Saham Apa Saja ? Buat Investor Pemula ! Ketahui Juga Cara Kerja FCA Saham Biar Makin Paham
Hasil RUPSLB, HUMI Rombak Susunan Direksi dan Dewan Komisaris ! Sosok Ari Askhara Menjadi Dirut Humpuss Maritim Internasional