KALIMANTANSATU.COM - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) resmi mengeksekusi proyek pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3 berkapasitas 55 megawatt (MW).
Proyek yang berlokasi di WKP Lumut Balai, Sumatera Selatan ini ditargetkan beroperasi secara penuh (commissioning operation date/COD) pada 2030.
Kick Off Meeting menjadi titik awal pengembangan proyek melalui penguatan koordinasi yang melibatkan berbagai fungsi terkait di PGEO.
Seiring dengan itu, PGEO juga membangun sinergi yang erat dengan para pemangku kepentingan eksternal, mulai dari pemerintah daerah, kontraktor, masyarakat sekitar, PLN, hingga instansi pemerintah terkait.
Kolaborasi lintas disiplin dan fungsi ini diarahkan untuk memastikan seluruh tahapan pelaksanaan proyek berjalan lancar dan selaras untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan.
Direktur Operasi PGEO, Ahmad Yani mengatakan, Kick Off Meeting ini menjadi momentum penting untuk memastikan kesiapan seluruh aspek proyek, baik dari sisi teknis, perizinan, pendanaan, maupun pengelolaan risiko.
Pengembangan energi baru dan terbarukan di Indonesia kini memasuki fase yang semakin krusial, sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam RUPTL periode 2025-2034.
Proyek PLTP Lumut Balai Unit 3 ditetapkan sebagai bagian dari arah strategis pemerintah.
Selain itu, proyek ini juga tercatat sebagai proyek strategis dalam Blue Book 2025-2029 Kementerian PPN/Bappenas.
Melalui pengembangan ini, PGEO menegaskan komitmennya dalam memperkuat kapasitas panas bumi nasional secara berkelanjutan, sekaligus menjawab kebutuhan listrik di Sumatera Selatan yang terus meningkat.
Inisiatif ini merupakan kelanjutan dari proyek PLTP Lumut Balai Unit 2 berkapasitas 55 MW yang telah beroperasi sejak bulan Juni 2025 lalu.
Capaian tersebut memperkuat langkah PGEO dalam mendekati target kapasitas terpasang yang dikelola secara mandiri sebesar 1 gigawatt (GW) dalam 2 - 3 tahun ke depan dan 1,8 GW pada 2033.
Artikel Terkait
7 Ide Bisnis Ramadhan 2026 yang Menjanjikan untuk Pelaku UMKM, Bisa Meraup Keuntungan Besar Karena Permintaan Melonjak
Targetkan Serapan Gabah Tembus 4 Juta Ton Tahun 2026, Mentan Amran Sulaiman Ungkap Cara Mencapainya
Sempat Anjlok Lebih dari 2,38% saat Perdagangan Sesi 2 ! IHSG Hari Ini Ditutup Melemah di Level 8.884,72
Data Jumlah Populasi Sapi Potong Indonesia 2025 : Pulau Jawa Penyumbang Terbesar ! Cek Wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua per Provinsi
Apa Kabar Rencana PMTHMETD PTDU ? Beri Penjelasan BEI, Bos Djasa Ubersakti Sampai Sebut BPD Kaltim Kaltara dan PT Penajam Makmur Jaya
Apa itu FCA Saham ? Investor Pemula Harus Tahu Mekanisme Perdagangan FCA Saham dan Berapa Lama Durasi agar Saham Keluar FCA
Tujuan dan Kriteria FCA Saham Apa Saja ? Buat Investor Pemula ! Ketahui Juga Cara Kerja FCA Saham Biar Makin Paham
Hasil RUPSLB, HUMI Rombak Susunan Direksi dan Dewan Komisaris ! Sosok Ari Askhara Menjadi Dirut Humpuss Maritim Internasional
Jawab BEI, Bos Dian Swastatika Sentosa Bongkar Strategi Bisnis DSSA Hadapi Kondisi dan Dinamika Pasar Saat Ini
Bagaimana Prospek Bisnis DSSA Tahun 2026 ? Beri Penjelasan BEI, Begini Kata Bos Dian Swastatika Sentosa