Sementara itu, dalam skenario paling pesimistis, tekanan lanjutan dapat membawa IHSG turun hingga area 7.000, bahkan 6.700.
Namun, semakin mendekati area tersebut, potensi technical rebound dinilai semakin besar.
Dari sisi sentimen, tekanan pasar dipicu oleh keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan seluruh kenaikan bobot saham Indonesia dalam indeksnya.
Senior Partner SGMC Capital, Mohit Mirpuri, menilai dalam jangka pendek sentimen pasar cenderung netral hingga negatif, mengingat Indonesia berada dalam masa “percobaan” hingga Mei mendatang.
Ia menyarankan investor untuk bersikap wait and see sambil menunggu kejelasan lebih lanjut.
Meski begitu, Mirpuri menegaskan bahwa secara historis, periode ketidakpastian justru kerap menjadi peluang bagi investor jangka panjang.
Menurutnya, pasar sering kali mulai menguat sebelum ketidakpastian benar-benar berakhir.
Oleh karena itu, di tengah tekanan saat ini, investor dinilai mulai dapat mencermati saham-saham berpotensi memiliki kinerja cemerlang lalu kemudian melakukan pembelian.
Perlu diketahui, pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (29/1/2026), IHSG ditutup di level 8.232 atau tercatat melemah 1% dari pembukaan.
Adapun total volume perdagangan mencapai 973 miliar dengan nilai transaksi Rp 66,7 triliun.
(*)
Artikel Terkait
Izin Usaha PT Varia Intra Finance Dicabut ! Apa Alasan OJK Cabut Izin PT VIF ?
Optimisme Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Terhadap Prospek Perekonomian Nasional, Anggap Faktor Global Bukan Penentu Utama Kinerja Ekonomi Indonesia
Dorong Transformasi Ekonomi Hijau Sebagai Bagian Strategi Nasional, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Beberkan Sejumlah Hal yang Dilakukan
Dugaan Korupsi Rp27 Miliar di Lingkungan Kementan Bergulir ! Kementan Buka Dua Dokumen RSU Bhakti Asih ke Publik, Bantah Pernyataan Indah Megahwati
IHSG Rontok Efek MSCI, OJK Komitmen Penuhi Saran Morgan Stanley Capital International Inc untuk Transparansi Pasar Modal Indonesia
Cara Nanam Cabai Katokkon untuk Ide Bisnis Menjanjikan Cuan, Si Pedas dari Tana Toraja yang Menjadi Primadona dan Bikin Lidah Bergetar
Prospek Bisnis Jamur Merang Sangat Menjanjikan ! Yuk, Ketahui Cara Budi Daya Jamur Merang Pakai Tongkol Jagung, Hal Ini Harus Diketahui saat Menanam
Perkuat Literasi Risiko Nasional, IFG Dorong Asuransi sebagai Instrumen Mitigasi yang Dibutuhkan Masyarakat
Transformasi Digital IFG Catat 500 Ribu Pengguna, Ekosistem One by IFG Perluas Akses Layanan Keuangan Terintegrasi Nasional
Ambrol Efek MSCI, OJK Beberkan Jurus Strategis Perkuat IHSG dan Kepercayaan Investor Global