Dorong Transformasi Ekonomi Hijau Sebagai Bagian Strategi Nasional, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Beberkan Sejumlah Hal yang Dilakukan

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Selasa, 27 Januari 2026 | 19:04 WIB
Dorong Transformasi Ekonomi Hijau Sebagai Bagian Strategi Nasional, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Beberkan Sejumlah Hal yang Dilakukan (Kalimantansatu.com/Dok. Humas Ekon)
Dorong Transformasi Ekonomi Hijau Sebagai Bagian Strategi Nasional, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Beberkan Sejumlah Hal yang Dilakukan (Kalimantansatu.com/Dok. Humas Ekon)

KALIMANTANSATU.COM - Sesuai dengan visi Asta Cita, transisi hijau terus didorong sebagai bagian dari strategi nasional dalam memperkuat kemandirian bangsa dan meningkatkan daya saing ekonomi.

Sejalan dengan komitmen global, Indonesia telah menetapkan target penurunan emisi gas rumah kaca melalui Nationally Determined Contribution (NDC) sebesar 31,89% pada tahun 2030 dengan upaya mandiri, dan hingga 43,20% dengan dukungan internasional.

Upaya transformasi menuju ekonomi hijau tersebut dilaksanakan melalui tiga pilar utama berupa pengembangan Green Energy, penguatan Green Economy, serta penciptaan Green Jobs, guna memastikan transisi hijau berjalan inklusif, berkeadilan, dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian nasional serta masyarakat.

“Ambisi besar tersebut tentu membutuhkan landasan ekonomi makro yang kokoh agar transformasi ini dapat berjalan berkelanjutan,” jelas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Seminar Nasional: Transisi Energi Berkeadilan dan Peluang Green Jobs Serta Green Economy di Kalimantan Timur Dan Indonesia di Universitas Balikpapan, Selasa (27/1/2026).

Baca Juga: Optimisme Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Terhadap Prospek Perekonomian Nasional, Anggap Faktor Global Bukan Penentu Utama Kinerja Ekonomi Indonesia

Kinerja perekonomian nasional menunjukkan ketahanan yang solid dengan capaian pertumbuhan ekonomi pada Q3-2025 sebesar 5,04% (yoy), dan inflasi per Desember 2025 yang tetap terkendali di level 2,92% (yoy).

Pertumbuhan ekonomi mendatang diproyeksikan akan tetap kuat, sebesar 5,2% pada 2025 dan 5,4% pada 2026.

Sentimen ekonomi domestik juga terjaga positif, tercermin dari IHSG yang sempat mencatat rekor tertinggi, PMI Manufaktur Desember 2025 yang berada di zona ekspansif (51,2), serta Indeks Keyakinan Konsumen yang tetap optimistis di level 123,5.

Dari sisi eksternal, neraca perdagangan Indonesia pada November 2025 juga mencatatkan surplus sebesar USD2,66 miliar dengan surplus kumulatif Januari–November 2025 mencapai USD38,54 miliar dan berlangsung 67 bulan berturut-turut.

Realisasi investasi PMA dan PMDN sepanjang 2025 mencapai Rp1.931 triliun atau tumbuh 12,7% (yoy), sementara cadangan devisa berada di level tinggi sebesar USD156,5 miliar pada akhir Desember 2025.

Pertumbuhan kredit yang terjaga sebesar 9,3% (yoy), terutama didorong kredit investasi juga memberikan fondasi yang kuat bagi stabilitas ekonomi dan ruang fiskal untuk mendukung investasi strategis, termasuk pengembangan sektor energi bersih.

Baca Juga: Bantah Klaim Indah Megahwati ! Moch Arief Cahyono Tegaskan Dugaan Korupsi Rp27 Miliar di Lingkungan Kementan Bukan Fitnah, Ini Penjelasannya

Upaya percepatan transisi energi menjadi langkah nyata Indonesia menuju kedaulatan energi sekaligus penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi baru yang bersih dan berkelanjutan.

Dengan dukungan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, Indonesia memiliki potensi Energi Baru dan Terbarukan (EBT) sebesar 3.686 GW, dengan Kalimantan menyumbang sekitar 517 GW yang didominasi oleh energi surya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Sumber: Humas Kemenko Perekonomian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X