KALIMANTANSATU.COM - Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka oleh Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri.
Mereka terjerat skandal dugaan tindak pidana insider trading yang dilakukan oleh PT Minna Padi Aset Manajemen Tbk (MPAM) terhadap pergerakan saham PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA).
Ketiga tersangka itu diantaranya Direktur Utama MPAM berinisial DJ, pemegang saham MPAM sekaligus PT Sanurhasta Mitra Edy Suwarno dan istrinya Eveline Listijosuputro.
Untuk mengusut skandal ini, Direktur Tipideksus Bareskrim Polri Brigjen Ade Safri Simanjuntak bilang, penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap 44 orang saksi dan ahli pidana, serta ahli pasar modal.
Penyidik juga memblokir 14 subrekening efek milik PT MPAM dan afiliasinya.
"Dari 14 subrekening efek yang diblokir, sebanyak enam subrekening efek milik reksa dana dengan jumlah aset saham kurang lebih sebesar Rp467 Miliar. Ini harga efek per 15 Desember 2025," ungkap Ade Safri Simanjuntak di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Bagaimana Modusnya ?
Ade mengungkapkan, para tersangka melibatkan manipulasi underlying asset pada produk reksa dana yang dikelola MPAM.
Saham-saham yang ditransaksikan berasal dari pasar reguler dan pasar negosiasi dengan menggunakan akun milik reksa dana.
Edi Sarwono dan pihak diduga memanfaatkan sarana manajer investasi miliknya untuk mengambil keuntungan.
Aksi ini dilakukan dengan membeli saham afiliasi dengan harga rendah.
"Saham itu dijual kembali kepada reksa dana lain yang dikelola MPAM dengan harga lebih tinggi," jelasnya.
(*)
Artikel Terkait
Apa itu Parabolic SAR ? Dianggap Peta Harta Karun bagi Trader Saham, Ketahui Manfaat dan Cara Kerjanya
Menyeluruh ! Intip 8 Rencana Aksi Cepat Reformasi Pasar Modal Indonesia yang Bakal Dilakukan oleh OJK agar Kredibel dan Investable
Perkuat Integritas Pasar Modal Indonesia ! Tak Hanya Soal Free Float, Pemerintah Indonesia Tegaskan Tidak Ada Toleransi Praktik Manipulasi Harga Saham
UKP Mendengar : Wakil Ketua ICCN Raffi Ahmad Kunjungi Subang, Bawa Harapan Baru bagi Ekraf Lokal
Alfamart Tambah Investasi Saham Rp35 M di PT Lancar Wiguna Sejahtera, Manajemen Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) Ungkap Tujuannya
Ada Rencana Buyback Saham IMPC Rp500 M, Begini Penjelasan Manajemen Impack Pratama Industri
Optimisme Ekonomi Indonesia Menguat di Akhir 2025, Kepala Ekonom Bank Mandiri Beberkan Proyeksinya
Akhiri Sengkarut Area Abu-abu dan Tumpang Tindih, Danantara Tarik Garis Tegas Antara Asuransi Umum dan Penjaminan Kredit
INET Akuisisi 53,57% Saham PADA dari Kopindosat ! Manajemen Sinergi Inti Andalan Prima Beberkan Alasan Beli 1,68 M Lembar Saham PT Personel Alih Daya
Apakah Stok Pangan Aman saat Puasa Ramadan 1447 H dan Idul Fitri 2026 ? Mentan Amran Sulaiman Ungkap Soal Beras dan Komoditas Utama Lainnya