KALIMANTANSATU.COM - Manajemen PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait strategi penyusunan portofolio outlet yang dimiliki oleh Perseroan ke depannya.
Hal ini menyusul penutupan gerai LUCY di SCBD.
"Sejalan dengan transformasi strategi bisnis, Perseroan akan terus melakukan optimalisasi portofolio outlet secara disiplin dan berbasis kinerja. Penutupan gerai di SCBD merupakan bagian dari langkah strategis untuk memastikan setiap outlet memberikan kontribusi optimal terhadap pertumbuhan dan profitabilitas Perseroan," ungkap Sekretaris Perusahaan LUCY, Ryad dalam penjelasan BEI, Rabu (4/3/3/2026).
Ia menjelaskan, strategi ke depannya khususnya penyusunan portofolio outlet akan difokuskan pada beberapa pilar utama.
Pertama, Evaluasi Berbasis Kinerja (Performance-Based Review). Perseroan secara berkala meninjau kinerja setiap outlet menggunakan indikator utama seperti penjualan, margin kontribusi, traffic pelanggan, serta efisiensi biaya operasional.
"Outlet yang tidak memenuhi threshold profitabilitas akan direstrukturisasi, direlokasi, atau ditutup," jelas Ryad.
Kedua, Seleksi Lokasi yang Lebih Strategis. Ekspansi outlet baru akan diarahkan ke lokasi dengan potensi demand yang lebih tinggi, profil demografis yang sesuai dengan target pasar, serta struktur biaya sewa yang lebih sehat.
"Perseroan juga memprioritaskan area dengan pertumbuhan ekonomi dan kepadatan konsumen yang kuat," timpalnyanya.
Pilar ketiga, kata Ryad, Optimalisasi Format dan Model Bisnis Outlet. Perseroan akan menyesuaikan ukuran, format, dan konsep outlet agar lebih agile dan capital-efficient, termasuk pengembangan format outlet yang lebih ramping namun tetap mampu menjaga kualitas layanan dan pengalaman pelanggan.
Keempat, Pendekatan Asset-Light dan Efisiensi Biaya Dalam pengembangan jaringan ke depan.
"Perseroan mempertimbangkan skema yang lebih asset-light untuk menjaga fleksibilitas dan memperbaiki return on invested capital (ROIC), termasuk negosiasi ulang sewa dan kemitraan strategis dengan pemilik lokasi," tegasnya.
Pilar kelima, lanjut Ryad, yakni Integrasi dengan Strategi Omnichannel. Portofolio outlet akan diselaraskan dengan penguatan kanal digital dan distribusi modern, sehingga setiap outlet berfungsi tidak hanya sebagai titik penjualan, tetapi juga sebagai hub distribusi dan brand experience.
Artikel Terkait
BHR Ojol 2026 Siap Dibayarkan Rp220 Miliar untuk 850 Ribu Mitra ! Menko Perekonomian Airlangga Ingatkan Batas Maksimal Pembayaran THR Ojol 2026
Kasus Lahan Kompensasi PT BSI di Bondowoso Naik Tahap Pemeriksaan di KPK, Jack Center: Penyidik Segera Tuntaskan Demi Kepastian Hukum
Bank SMBC Indonesia Catat Pertumbuhan di Tahun 2025, Cerminkan Strategi Fundamental Bisnis Berdasarkan Tata Kelola yang Baik
Presiden Prabowo Makan Malam Kebangsaan Bareng Para Mantan Presiden dan Wapres serta Ketua Umum Parpol, Ada Apa ? Ini Penjelasan Seskab Teddy
Selat Hormuz Ditutup Iran Setelah Konflik Dengan Amerika Serikat dan Israel, Apa Antisipasi Indonesia ? Bahlil Lahadalia Bilang Begini
Jemaah Antusias Beras Indonesia Bisa Diekspor ke Tanah Suci untuk Kebutuhan Haji dan Umrah, Rusdi : 'Sangat Setuju, Nasinya Lebih Enak'
Konflik AS vs Iran Memanas, Pemerintah Indonesia Pastikan Keamanan dan Perlindungan untuk Pemulangan Jemaah Umrah
Melihat Perkembangan Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon (PMDK) Indonesia! Dari Proposal MSCI, Reformasi Integritas serta Penegakan Hukum
Melihat Data Perkembangan Sektor Perbankan (PBKN) Per Januari 2026, Positif dan Profil Risiko Terjaga! OJK Beberkan Angka NPL, Kredit Bank Hingga DPK
Melihat Data Perkembangan Sektor Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) ! OJK Catat Aset Industri Asuransi Naik 5,96 Persen Januari 2026