Strategi Value Investing di Tengah Volatilitas Pasar Saham: Ketahui Cara Berburu Saham Undervalued, Ini Rahasia Menemukan Saham Salah Harga yang Cuan

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Senin, 17 Agustus 2026 | 19:56 WIB
ILUSTRASI PASAR SAHAM - Strategi Value Investing di Tengah Volatilitas Pasar Saham: Ketahui Cara Berburu Saham Undervalued, Ini Rahasia Menemukan Saham Salah Harga yang Cuan (Kalimantansatu.com/Dok. Pixabay Joa70)
ILUSTRASI PASAR SAHAM - Strategi Value Investing di Tengah Volatilitas Pasar Saham: Ketahui Cara Berburu Saham Undervalued, Ini Rahasia Menemukan Saham Salah Harga yang Cuan (Kalimantansatu.com/Dok. Pixabay Joa70)
  • Fokus pada Fondasi Bisnis dan Keunggulan Kompetitif (Economic Moat): Mengutamakan emiten dengan model bisnis yang mudah dipahami, manajemen yang transparan, rekam jejak pembagian deviden yang konsisten, serta memiliki benteng pertahanan bisnis (moat) yang sulit ditiru oleh pesaing di industrinya.

  • Baca Juga: 4 Cara Menentukan Resistance Saham Sebelum Membeli Untuk Trader dan Investor, Wajib Paham Sob

    Langkah Praktis Indikator Finansial Utama untuk Menyaring Saham Diskon

    Untuk menentukan apakah sebuah emiten tergolong murah secara kuantitatif, investor dapat mengacu pada empat rasio keuangan utama berikut:

    Parameter Analisis Target Kriteria Ideal Fungsi dan Implikasi Strategis
    Price to Earnings (P/E) Di bawah rata-rata industri Menilai seberapa murah harga saham dibanding kemampuan emiten mencetak laba bersih
    Price to Book Value (P/BV) < 1,0 atau di bawah historis Membandingkan harga pasar saham dengan nilai ekuitas bersih (book value) per lembar
    Return on Equity (ROE) > 15% secara konsisten Mengukur efisiensi dan keandalan manajemen dalam menghasilkan laba dari modal sendiri
    Debt to Equity Ratio (DER) < 1,0 (Sangat Aman) Memastikan beban utang perusahaan berada pada batas wajar sehingga tahan krisis

    Eksekusi Portofolio Saham Undervalued

    Memiliki pemahaman teori rasio saja tidak cukup. Untuk merealisasikan potensi keuntungan secara optimal di pasar saham, investor perlu menerapkan langkah-langkah eksekusi yang disiplin:

    1. Melakukan Skrining Sistematis (Stock Screening): manfaatkan fitur skrining pada aplikasi sekuritas untuk memfilter emiten yang memenuhi kriteria ROE tinggi, utang rendah, dan valuasi P/E atau P/BV di bawah rata-rata historisnya selama 5 tahun terakhir.

    2. Membaca Laporan Keuangan Tahunan (Annual Report): Jangan hanya mengandalkan angka ringkasan. Pelajari catatan atas laporan keuangan (Notes to Financial Statements) untuk memastikan tidak ada piutang bermasalah atau beban tersembunyi yang berpotensi merusak arus kas perusahaan di masa depan.

    3. Menerapkan Pembelian Bertahap (Dollar-Cost Averaging): Hindari menempatkan seluruh modal sekaligus dalam satu kali transaksi (lump sum). Pembelian secara bertahap saat pasar mengalami koreksi akan membantu investor mendapatkan harga rata-rata (average price) yang jauh lebih ideal.

    Perlu dipahami, strategi value investing bukan metode instan untuk menjadi kaya dalam semalam, melainkan marathon jangka panjang yang membutuhkan kesabaran dan ketelitian analisis.

    Dengan berfokus pada kinerja fundamental bisnis, mematuhi prinsip Margin of Safety, serta tidak mudah terbawa arus sentimen pasar jangka pendek, Anda dapat membangun portofolio investasi saham yang tangguh, minim risiko, dan menghasilkan imbal hasil optimal secara berkelanjutan.

    (Prabu Warah)

    Halaman:
    Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
    di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

    Editor: Prabu Warah

    Sumber: Berbagai Sumber

    Tags

    Artikel Terkait

    Rekomendasi

    Terkini

    Terpopuler

    X