Di satu sisi, perusahaan menampilkan wajah hijau melalui reklamasi dan PLTS kecil-kecilan.
Di sisi lain, bisnis utamanya tetap batu bara, komoditas yang semakin ditinggalkan pasar global dan menimbulkan beban lingkungan maupun sosial.
Tanpa langkah nyata mengurangi produksi dan mengelola emisi metana, PTBA berisiko hanya dipandang sebagai perusahaan yang “melabur arang dengan cat hijau.”
(*)