investasi

PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN) Beri Penjelasan Terkait Penyebab Kenaikan Liabilitas Jangka Panjang Hingga Penurunan Laba Bersih dan Penjualan

Kamis, 25 September 2025 | 21:17 WIB
Kabar Saham Hari Ini : PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN) Beri Penjelasan Terkait Penyebab Kenaikan Liabilitas Jangka Panjang Hingga Penurunan Laba Bersih dan Penjualan (Tim Produksi Kalimantansatu.com)

Sebagai bagian dari strategi efisiensi, kerja sama di wilayah-wilayah tersebut tidak dilanjutkan.

c. Penyesuaian Tarif oleh Pelanggan

Pelanggan melakukan efisiensi tarif pengiriman hingga 40%, yang berdampak signifikan terhadap margin operasional Perseroan.

Penurunan tarif ini turut memengaruhi kesejahteraan kurir/driver di lapangan dan menyebabkan kesulitan untuk mendapatkan kurir/driver baru yang berujung pada penurunan volume pengiriman.

d. Risiko Barang dan Beban Penggantian

Penerapan kebijakan penggantian atas barang rusak atau hilang menyebabkan tekanan tambahan terhadap pendapatan.

Solusi melalui asuransi belum sepenuhnya efektif, dan dalam beberapa kasus justru membuat harga pengiriman menjadi kurang kompetitif.

Oleh karena itu, beberapa proyek adhoc yang sebelumnya dijalankan tidak dapat dilanjutkan karena risiko biaya yang tidak sehat.

Baca Juga: Terpantau Dua Kali Transaksi ! Pengendali Era Mandiri Cemerlang Jual Saham IKAN Sebanyak 20 Juta Lembar, Segini Duit yang Dikantongi dan Sisa Sahamnya

Apa latar belakang penurunan signifikan pada laba bersih KJEN sebesar 75,1% ?

Sunarto menjelaskan, penurunan laba bersih cenderung diakibatkan oleh penurunan pendapatan pada periode tersebut.

"Pada Juni 2024, penjualan diangka Rp 3,7 miliar dan laba bersih Rp 629 juta atau 16,83% dari nilai penjualan. Sementara pada Juni 2025, penjualan diangka Rp 1,9 miliar dan laba bersih di Rp 157 juta atau 8,14%," jelasnya.

Di sisi lain, terdapat fixed cost yang sudah optimal sehingga penurunan penjualan akan sangat berdampak pada nilai laba bersih.

"Saat ini telah berfokus pada pemulihan volume penjualan, penguatan distribusi, dan efisiensi operasional yang berkelanjutan," tegas Sunarto.

Terkait target pertumbuhan volume penjualan dibandingkan periode sebelumnya, Sunarto bilang, hingga saat ini pertumbuhan volume penjualan belum memuaskan, namun demikian jika dalam Q4 2025 project-project yang saat ini sudah disepakati jalan maka pada akhir 2025 volume penjualan bisa tumbuh di 5%-10% dari periode sebelumnya.

Halaman:

Tags

Terkini