KALIMANTANSATU.COM - Manajemen PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN) mengungkap penyebab peningkatan signifikan pada Liabilitas Jangka Panjang Perseroan sebesar 131,38%.
Peningkatan itu disebut sebagai bagian dari proses penyesuaian dan koreksi pada saat penyusunan Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2024.
Pada Laporan Keuangan Interim per Juni 2024, Liabilitas Jangka Panjang tercatat sebesar Rp966.982.468 (Rp966,9 juta).
Namun, dalam Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2024, nilai tersebut mengalami penyesuaian menjadi Rp2.463.618.020 (Rp2,46 Miliar).
"Koreksi tersebut merupakan hasil dari proses audit yang mencerminkan pencatatan kewajiban jangka panjang secara lebih akurat dan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku," ungkap Direktur Utama PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN) Sunarto dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip Kalimantansatu.com, Kamis (25/9/2025) malam WIB.
Selanjutnya, berdasarkan Laporan Keuangan Interim per Juni 2025, Liabilitas Jangka Panjang tercatat sebesar Rp 2.237.362.080, menunjukkan adanya penurunan sekitar 9,18% dibandingkan posisi per akhir tahun 2024.
Apa Latar belakang penurunan penjualan KJEN sebesar 48,46% ?
Lanjut Sunarto, penurunan penjualan Perseroan sebesar 48,46% merupakan dampak dari kombinasi beberapa faktor eksternal dan internal yang memengaruhi kinerja operasional sepanjang periode pelaporan.
Ia memaparkan faktor-faktor utama yang berkontribusi terhadap penurunan tersebut antara lain:
a. Kondisi Ekonomi dan Pasar yang Lesu
Penurunan volume distribusi dari principal menjadi indikator utama, di mana beberapa outlet/gerai milik principal mengalami penutupan. Hal ini berdampak langsung pada penurunan permintaan layanan distribusi Perseroan.
b. Efisiensi Cakupan Wilayah Operasional
Perseroan melakukan evaluasi terhadap area-area tertentu yang menunjukkan ketidakseimbangan antara potensi pendapatan dan biaya operasional.
Artikel Terkait
Kabar Saham Hari Ini : Komisaris Utama PT Damai Sejahtera Abadi Tbk Pudji Harianto Beli Saham UFOE, Jumlah Kepemilikannya Bertambah Jadi Segini
Terpantau Dua Kali Transaksi ! Pengendali Era Mandiri Cemerlang Jual Saham IKAN Sebanyak 20 Juta Lembar, Segini Duit yang Dikantongi dan Sisa Sahamnya
Pendirian PT MSIG Syariah Life Insurance Indonesia Disetujui RUPSLB MSIG Life Insurance Indonesia (LIFE), Cek Susunan Direksi dan Dewan Komisarisnya
Kabar Saham Hari Ini : Kenapa Anak Usaha Diamond Food Indonesia (DMND) Digugat PKPU ? Begini Penjelasan Manajemen dan Langkah yang Diambil
Ketergantungan Bukit Asam (PTBA) Terhadap Batu Bara di Tengah Tren Energi Hijau, Apakah Klaim Berhasil Tekan Emisi Karbon Hanya Manis di Bibir Saja ?
Jaringan Sindikat Pembobolan Rekening Dormant BNI Rp204 Miliar Terbongkar ! 9 Tersangka Ditangkap, Bagaimana Modusnya ?
RUPTL 2025–2034 Hijau PLN : Rencana Ambisius yang Masih Terganjal Batu Bara, Akankah Hanya Menjadi Angka di Atas Kertas ?
Kabar Saham Hari Ini : Setelah Ekspor Perdana ke Amerika Serikat, Zyrexindo Mandiri Buana (ZYRX) Dapat Fasilitas KITE dari Ditjen Bea Cukai Kemenkeu
Muncul KLB Keracunan MBG, BGN Bentuk Tim Investigasi, Tutup Dapur SPPG Bermasalah Hingga Perketat Verifikasi Selanjutnya
Pengamat Nilai Hasil Kebijakan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Belum Terlihat, Soroti Tarif Cukai Rokok Berpengaruh pada Lapangan Kerja