Prabowo Subianto-Joe Biden Sepakat Perluas Cakupan Latihan Militer Bersama Indonesia-Amerika Serikat dan Perkuat Keamanan Maritim

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Kamis, 14 November 2024 | 08:35 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden di The White House, Pennyslyvania, Washington DC, Amerika Serikat, Selasa (12/11/2024) sore waktu setempat. (Kalimantansatu.com/Dok. BPMI Setpres)
Presiden RI Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden di The White House, Pennyslyvania, Washington DC, Amerika Serikat, Selasa (12/11/2024) sore waktu setempat. (Kalimantansatu.com/Dok. BPMI Setpres)

WASHINGTON DC - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Joe Biden sepakat untuk memperluas cakupan latihan militer bersama kedua negara yaitu Super Garuda Shield dan memperkuat keamanan maritim.

Hal ini disepakati dalam pertemuan kedua kepala negara di Gedung Putih atau White House, Washington DC, pada Selasa (12/11/2024) waktu setempat.

Menurut keterangan Fact Sheet yang diunggah di situs Gedung Putih, Super Garuda Shield telah berkembang dari landasan hubungan militer AS-Indonesia hingga mencakup pasukan dari Australia, Kanada, Prancis, Jepang, Selandia Baru, Filipina, Republik Korea, Singapura, dan Inggris, dan tahun ini mencakup latihan siber untuk pertama kalinya.

“Latihan ini melibatkan lebih dari 4.000 personel dari 23 negara yang mengamati — atau berlatih berdampingan — dalam salah satu latihan multinasional terbesar di kawasan Indo-Pasifik,” tulis keterangan itu dikutip Rabu (13/11/2024).

Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto ke Tiongkok dan Amerika Serikat, Program Makan Bergizi Gratis Didukung Dua Negara Adidaya

Keduanya juga sepakat untuk memperluas hubungan militer.

Saat ini Indonesia dan AS melaksanakan lebih dari 200 jenis aktivitas di bidang militer setiap tahun.

Selain itu, AS juga mencatat bahwa program Pendidikan dan Pelatihan Militer Internasional dengan Indonesia merupakan program pendidikan pelatihan AS terbesar di wilayah USINDOPACOM.

Dalam keterangan Joint Statement yang diunggah Gedung Putih, terungkap pula bahwa Prabowo dan Biden berkomitmen untuk memperkuat kerja sama pertahanan bilateral, menegaskan kembali komitmen bersama mereka terhadap keamanan dan stabilitas regional, dan menekankan pentingnya Perjanjian Kerja Sama Pertahanan yang disepakati pada tahun 2023.

Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Temui Joe Biden, Indonesia-Amerika Serikat akan Majukan Pendidikan Sains hingga Kewirausahaan

Indonesia dan AS akan bekerja sama dalam memperkuat kemampuan keamanan maritim dan memerangi penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur, serta penangkapan ikan yang terkait dengan kejahatan terorganisasi transnasional.

“Kedua pemimpin juga menyambut baik kerja sama berkelanjutan dalam pertahanan dan modernisasi militer dengan cara yang konsisten dengan hukum hak asasi manusia internasional dan hukum humaniter internasional,” tulis Gedung Putih.

Selain itu, kedua pemimpin menegaskan kembali niat mereka untuk menyelenggarakan Dialog Kebijakan Luar Negeri dan Pertahanan Pejabat Senior AS-Indonesia ke-2, Dialog Keamanan AS-Indonesia ke-21 (IUSSD), dan Diskusi Pertahanan Bilateral AS dan Indonesia (USIBDD), sebelum akhir kuartal pertama tahun 2025.

Baca Juga: Temui Presiden Amerika Serikat Joe Biden, Prabowo Subianto Bahas Penguatan Kerja Sama hingga Situasi Gaza

Adapun di bidang kerja sama maritim, kedua pemimpin menyambut baik pendirian Pusat Pelatihan Maritim BAKAMLA ‘Anambas’ yang didanai AS di Batam tahun ini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X