Waka Komisi IX DPR itu juga menilai jika PPN 12 persen dipukul rata maka berpotensi membebani masyarakat di kalangan menengah ke bawah.
"Sehingga ketika bicara PPN 12 persen itu, jika dipukul rata praktis akan membebani masyarakat di kalangan menengah ke bawah," terang Hanif.
Oleh sebab itu, Hanif menekankan pentingnya mempertimbangkan berbagai aspek sebelum menerapkan satu kebijakan.
"Itu kenapa skenario terbaik dari implementasi PPN 12 persen ini menjadi sangat penting. Memastikan agar upaya menaikan pendapatan itu jangan sampai menimbulkan ketidakstabilan sosial di masyarakat," tandasnya.
Ikuti, Baca berita dan informasi menarik lainnya di Google News (Klik Tautan Ini)
(*)
Artikel Terkait
Saat HUT ke-60 Golkar di Bogor, Ini Pesan Presiden Prabowo Subianto ke Para Caleg dan Cakada Gagal Terpilih
Presiden Prabowo Subianto Gelar Rapat Bahas Natal dan Tahun Baru: Seluruh Masyarakat Harus Nyaman, Sukacita
Pesan Presiden Prabowo Subianto untuk Pimpinan KPK yang Baru: Korupsi Diberantas dengan Tegas
Begini Respons Netizen Sambut Positif Lagu Indonesia Raya Berkumandang Serentak di Televisi Setiap Jam 6 Pagi
Asyik, Dana Rp277 Miliar Buat Timnas Indonesia Cair Januari 2025, PSSI: Dukungan Penuh Presiden Prabowo Subianto
Gaes, Intip Apiknya SMA Taruna Nusantara Cimahi dan Malang Besutan Prabowo Subianto saat Menjabat Menhan
Arief Rosyid Hasan : Selamat Mas Pram-Bang Doel, Waktunya Satukan Jakarta untuk Indonesia Maju
Ke BRI Journalism 360 Yuk! MIND ID Mediaprenuer Talks Promedia Teknologi Indonesia Bakal Hadirkan Keynote Speaker Gubernur Terpilih Sumsel Herman Deru
Viral! Crazy Rich Surabaya Budi Said Dituntut 16 Tahun Penjara Dan Bayar Uang Pengganti Rp 1,08 Triliun Di Kasus Korupsi Rekayasa Transaksi Emas Antam
Tak Hanya Bobby dan Gibran, Jokowi Juga Dipecat PDIP ! Pengamat Politik Justru Pernah Sebut Mantan Presiden RI Itu Lebih dari Sekedar Partai. Mengapa?