Gaya 'Hormat Nazi' Elon Musk di AS: Apakah Tanda Kebangkitan Kelompok Buruh yang Telah Lama Dibangun sang Diktator Jerman Adolf Hitler ?

photo author
Mas Abo Real, Kalimantan Satu
- Selasa, 21 Januari 2025 | 19:17 WIB
Gaya ala Nazi yang dilakukan Elon Musk. (Ist)
Gaya ala Nazi yang dilakukan Elon Musk. (Ist)

Situasi itu melahirkan frustasi dan semakin menguat semangat nasionalisme-rasis di kalangan warga Jerman.

Kelompok nasionalisme-rasis di Jerman itu sebenarnya muncul sejak akhir abad ke-19, saat itu masyarakat tengah ramai menyalahkan orang Yahudi atas kekalahan Jerman.

Tidak sedikit juga yang menentang Republik Weimar, sebuah pemerintahan demokratis yang baru di Jerman dari Perjanjian Versailles.

Pada tahun 1919, seorang nasionalis Jerman, Anton Dexler mendirikan sebuah Partai Buruh.

Dexter superioritas bangsa Jerman di Eropa dan berani mengklaim masyarakatnya sebagai bagian dari ras Arya.

Hitler kemudian bergabung dengan Partai Buruh Jerman pada pertengahan September tahun 1919, sebagai pemimpin propaganda.

Bersama Hitler, Partai Buruh Jerman perkembangan pesat dan anggotanya bertambah banyak.

Dalam setiap pidatonya, Hitler selalu mencela Perjanjian Versailles dan mengeluarkan kata-kata antisemitisme, ungkapan yang cenderung menyalahkan Yahudi atas masalah-masalah politik di Jerman.

Baca Juga: Klarifikasi Menteri Satryo Soemantri Brodjonegoro Bantah Marah-marah dan Tampar ASN ! Istana Angkat Bicara

Pada tahun 1920, nama Partai Buruh itu diubah oleh Hitler menjadi Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei (NSDAP) atau Partai Buruh Nasional-Sosialis Jerman (NAZI).

Partai Nazi Berhasil Rebut Kursi di Parlemen Jerman

Pada Pemilu Jerman 1932, Partai Nazi yang diusung Hitler berhasil merebut 230 dari 608 kursi di Parlemen Jerman.

Kemudian pada tahun 1933, Hitler diangkat menjadi pemimpin di Jerman dengan masa pemerintahan periode 1933-1945, sebuah periode yang dikenal sebagai Nazi Jerman atau Reich III.

Pada masa kekuasaan Hitler itu, Nazi menjadi partai tunggal di Jerman menerapkan berbagai kebijakan yang kontroversial bagi negara-negara lain di Eropa.

Hitler bersama Nazi meyakini bahwa bangsa Jerman adalah ras unggul, sedangkan kaum Yahudi, sebagai penderita cacat mental dan fisik

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mas Abo Real

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X