Bahkan tempat yang hanya dihuni oleh penguin pun tak luput dari daftar sanksi.
Fenomena ini menjadi bukti bahwa di era perang dagang global, logika perdagangan kadang dapat mengalahkan realitas geografis dan fakta-fakta di lapangan.
Meski Pulau Heard dan Kepulauan McDonald sunyi dari aktivitas manusia, keberadaannya tetap tercatat dalam radar kebijakan ekonomi negara adidaya.
(*)
Artikel Terkait
Wamendagri Bima Arya Sugiarto Klaim Kebijakan WFA Efektif Atasi Kemacetan Mudik Lebaran 2025: Tahun Ini Rasanya Lebih Lancar
Jadwal Film Horor Trans 7 Lebaran 2025 Hingga 6 April : Ada Pengabdi Setan, Makmum 2 dan Lainnya
Lebaran Sudah Selesai, THR Eks Pekerja Sritex Belum Kunjung Dibayar, Bagaimana Kondisinya ?
Wamenaker Emmanuel Ebenezer Beri Kepastian tentang Kabar Sritex yang Akan Diambil Alih Danareksa
Hotman Paris Tawarkan Opsi untuk Atalia Praratya Menyikapi Perselingkuhan Ridwan Kamil: Bargaining Power untuk Damai
Alasan Google Rela Keluarkan Rp500 Miliar untuk Akuisisi Keamanan Milik Israel, Netralitas Dipertanyakan
Taruhannya Sistem Keamanan, Google Dikabarkan Beli Perusahaan Eks Mata-mata Israel Senilai Rp500 Triliun
Presiden Prabowo Subianto Melayat Uskup Emeritus Mgr. Turang: Beliau Selalu Kerja untuk Rakyat Kecil
ASEAN Kompak Hadapi Donald Trump ! Presiden Prabowo Subianto Bahas Langkah Respons Amerika Serikat bareng Malaysia, Singapura, Filipina, Brunei
Bupati Kubu Raya Sujiwo Beri Donasi untuk Korban Kebakaran di Desa Limbung dan Kuala Dua