Kepala BGN Klaim Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis Justru Berasal dari SPPG Berpengalaman, Ini yang Hendak Dilakukan

photo author
Mas Abo Real, Kalimantan Satu
- Rabu, 14 Mei 2025 | 17:48 WIB
Potret momen anak sekolah menikmati program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Kalimantansatu.com/Dok. IG @badangizinasional.ri)
Potret momen anak sekolah menikmati program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Kalimantansatu.com/Dok. IG @badangizinasional.ri)

KALIMANTANSATU.COM, JAKARTA - Beberapa waktu terakhir ramai pemberitaan mengenai kasus keracunan MBG.

Seperti yang diketahui bahwa saat ini pemerintah tengah menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada anak sekolah, balita, dan ibu hamil-menyusui sebagai target penerima manfaat.

Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai pengawas jalannya program ini pun mengungkapkan bahwa mereka akan melakukan training ulang kepada para pengurus Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Pasalnya, menurut Kepala BGN Dadan Hindayana, kasus keracunan terjadi dari SPPG yang sudah berpengalaman.

“Kejadian (keracunan) justru dari SPPG yang sudah 3-4 bulan melakukan pelayanan,” kata Dadan Hindayana dalam konferensi pers di gedung Ombudsman, Jakarta Selatan, pada Rabu, 14 Mei 2025.

Baca Juga: Total Ada Kasus 214 Siswa Keracunan Makan Bergizi Gratis di Kota Bogor, Hasil Uji Lab Temukan Bakteri E. coli dan Salmonella

“Jadi mungkin karena aman setiap hari, sudah merasa terbiasa, sehingga kami melihat butuh penyegaran,” imbuhnya.

Penyegaran yang dimaksud Dadan adalah training untuk para petugas SPPG.

“Setiap 2-3 bulan kita akan lakukan training ulang untuk para penjamah makanan supaya kewaspadaan terus ditingkatkan, standar kualitas (makanan) tetap dijaga supaya rutinitas itu tidak membiuskan mereka,” jelas Dadan.

Menurutnya, kelancaran pelaksanaan juga tidak boleh membuat para petugas SPPG jadi terlena.

“Mereka (SPPG) selalu meningkatkan kualitas pelayanannya,” imbuhnya.

Seperti diketahui, paling baru kasus keracunan terjadi di Kota Bogor antara tanggal pembagian MBG pada 6-9 Mei 2025, di mana pelaksanaannya di bawah SPPG Bina Insani.

Baca Juga: Lagi Viral Nenek di Boyolali Dikeroyok Warga, Deddy Corbuzier: Kalau Curi 2 Ton Duit Negara, Dipukulin Juga ?

Dari hasil uji lab, diketahui bahwa ada kontaminasi bakteri Escherichia coli (E. coli) dan Salmonella.

“Saya menerima laporan hasil uji lab dari Labkesda. Hasilnya memang menunjukkan beberapa bahan makanan mengandung bakteri E. coli dan Salmonella,” kata Wali Kota Bogor Dedie Rachim kepada awak media di Rumah Dinas Wali Kota Bogor pada Senin, 12 Mei 2025.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mas Abo Real

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X