Lagi Gaduh, Menteri Kebudayaan Fadli Zon Jelaskan Soal Pemasangan Chairlift di Candi Borobudur

photo author
Mas Abo Real, Kalimantan Satu
- Selasa, 27 Mei 2025 | 15:09 WIB
Potret Menteri Kebudayaan, Fadli Zon saat menghadiri pembukaan Musyawarah Nasional I Ikatan Keluarga Minangkabau di Jakarta pada 22 Mei 2025. (Kalimantansatu.com/Dok. IG @fadlizon)
Potret Menteri Kebudayaan, Fadli Zon saat menghadiri pembukaan Musyawarah Nasional I Ikatan Keluarga Minangkabau di Jakarta pada 22 Mei 2025. (Kalimantansatu.com/Dok. IG @fadlizon)

KALIMANTANSATU.COM - Untuk menyambut kunjungan Presiden Prabowo dan Presiden Prancis Emmanuel Macron, Candi Borobudur melakukan pembenahan kecil.

Candi Borobudur kini dipasangi stairlift (chairlift) untuk memudahkan akses bagi Prabowo dan Macron mencapai lantai paling atas.

Pembangunan stairlift inilah yang memicu kekhawatiran warganet di media sosial terkait kemungkinan proyek ini akan merusak struktur bangunan candi.

Sebelum terungkap akan dibangun stairlift, yang ramai di medsos adalah pembangunan eskalator di candi.

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon langsung angkat bicara terkait kabar sebelumnya, yakni eskalator di Candi Borobudur,

Baca Juga: Gaduh di Medsos Soal Pembangunan Stairlift di Candi Borobudur Sambut Kunjungan Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron, Ini Kata Istana

“Ini ada berita-berita yang simpang siur terkait dengan Candi Borobudur, jadi saya ingin menegaskan bahwa berita-berita tersebut itu berita-berita hoaks,” tegas Fadli Zon kepada media di kompleks Parlemen, Senayan pada Senin, 26 Mei 2025.

“Pertama tidak ada yang namanya pembuatan lift di Candi Borobudur, kemudian ada video mengatakan pemasangan eskalator walaupun dikatakan eskavator, nggak bisa membedakan eskalator dan eskavator,” imbuhnya.

Fadli Zon kemudian menjelaskan bahwa pemasangan di Candi Borobudur adalah chairlift yang menurutnya membantu inklusivitas.

“Semua situs-situs dunia itu sudah memakai itu, kalau kita datang ke Akropolis, saya sudah datang tuh ke Pantheon Akropolis di Yunani, itu memakai itu,” ucapnya.

Ia kemudian memberi contoh lainnya tentang beberapa situs budaya yang dipasang chairlift agar memudahkan akses pengunjungnya.

Baca Juga: Siapa Yaqeen Hammad yang Meninggal Dunia ? Influencer Termuda Gaza Palestina itu Tewas Akibat Serangan Israel

“Saya lihat juga di Sistine Chapel, kalau kita lihat di Gereja St. Peter di Italia yang juga merupakan heritage itu juga memakai itu, banyak lagi contoh-contohnya termasuk di Angkor Wat di Phnom Penh bisa dilihat, di Forbidden City, di Tembok China,” terangnya.

Mengenai pemasangan di Candi Borobudur, ia juga menyebabkan kerusakan pada bangunan.

“Chairlift itu tidak masif dan tidak merusak, tidak ada penetrasi sama sekali,” tambahnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mas Abo Real

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X