"Ada sekitar 14 korban meninggal yang sudah ditemukan dan 11 korban diperkirakan meninggal dan belum ditemukan," pungkasnya.
Untuk diketahui, telah terjadi tragedi longsor di Galian C Gunung Kuda, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, yang menewaskan 14 korban jiwa pada Jumat 30 Mei 2025.
"Semoga peristiwa ini menjadi pembelajaran penting bagi kita bahwa siapapun yang menjadi tuan harus mengelola usahanya dengan baik dan bertanggung jawab tehadap seluruh peristiwa yang terjadi," tutup Dedi.
(*)
Artikel Terkait
1 Juni Hari Lahir Pancasila, Bagaimana Sejarah dan Latar Belakangnya ?
Ini Profil Mayjen Deddy Suryadi Sosok Pangdam Jaya yang Baru Gantikan Mayjen TNI Rafael Granada Baay, Ternyata Mantan Ajudan Joko Widodo
Lansia Lecehkan 3 Bocah Laki-laki di Pesanggrahan, Apa Modusnya ?
Seskab Teddy Indra Wijaya Sebut Sederet Universitas Top Inggris Raya Tertarik Bangun Kampus di Indonesia
Fakta Terbaru Kasus Pembunuhan Bos Sawit di Indragiri Hulu Riau, Jasadnya Hilang Misterius di Sungai Kuantan
Momen Presiden Emmanuel Macron Berusaha Menggapai Patung Buddha di Stupa Candi Borobudur, Fadli Zon: Beliau Menikmati Kunjungannya
Presiden Prabowo Subianto Dorong Lompatan Besar Dalam Tata Kelola Pangan Nasional: Stok Beras Tembus 4 Juta Ton, Petani Untung Besar
Apa Alasan Konservasi Borobudur Melarang Kunto Bimo ? Aksi Menyentuh Arca di Stupa Candi Seperti yang Dilakukan Presiden Emmanuel Macron
Setkab Unggah Foto Macron di Candi Borobudur, YBAI Ingatkan Larangan Menyentuh Arca Buddha di Stupa: Seharusnya Peraturan Tidak Tebang Pilih
Isi Gelas Jamuan Makan Malam Presiden Prabowo-Macron Sempat Bikin Ramai, Seskab Teddy: Bukan Wine, Tidak Mengandung Alkohol