Ada Usulan DPR untuk Ganti MBG Jadi Uang Tunai, Pihak Istana Kepresidenan Tegaskan Hal Ini

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Senin, 22 September 2025 | 19:03 WIB
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai diterapkan di berbagai wilayah Indonesia pada hari ini, Senin, 6 Januari 2025. (Kalimantansatu.com/Dok. Tim Media Presiden Prabowo Subianto)
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai diterapkan di berbagai wilayah Indonesia pada hari ini, Senin, 6 Januari 2025. (Kalimantansatu.com/Dok. Tim Media Presiden Prabowo Subianto)

KALIMANTANSATU.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menjadi sorotan publik dalam beberapa waktu ini.

Seperti diketahui, program MGB ini digalakkan untuk meningkatkan gizi dan kesehatan masyarakat, terutama anak-anak usia dini.

Dalam implementasinya, program ini menyediakan makanan yang disusun untuk memenuhi sebagian kebutuhan gizi harian.

Namun demikian, penerapan MBG di lapangan masih menemui beberapa kendala yang kemudian menjadi perhatian khusus masyarakat.

Setelah beberapa kendala yang terjadi, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pun sempat menyampaikan usulan untuk mengganti program tersebut.

Baca Juga: Mengulas Usulan DPR Supaya BGN Tunjuk Sekolah dalam Penyajian MBG, Mungkinkah ?

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi menanggapi usulan perubahan skema pemberian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan ramai diperbincangkan.

Mantan anggota DPR itu menyebut, meski banyak gagasan yang muncul, pemerintah menilai skema distribusi makanan siap santap masih menjadi pilihan terbaik untuk saat ini.

Lantas, bagaimana dinamika usulan terkait pergantian program MBG ini? Berikut usulannya:

Banyak Usulan, Pemerintah Terbuka

Prasetyo menuturkan, ide terkait mekanisme pelaksanaan MBG sejatinya sudah lama muncul.

Beberapa pihak mengusulkan agar program ini tidak lagi berbentuk makanan siap santap, melainkan dalam bentuk bantuan tunai kepada orang tua siswa.

“Kalau ide kan dari dulu banyak ya. Dan bukan berarti ide ini tidak baik, atau ide yang satu lebih baik, tidak,” ujar Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat 19 September 2025.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Sindir Ekonom yang Ragukan Data Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,12 Persen dari BPS, Begini Sentilannya

Kendati demikian, politisi partai Gerindra itu menegaskan konsep yang saat ini dijalankan tetap menjadi pilihan pemerintah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X