Lagi Viral Ikan Hiu Goreng Jadi Penyebab Keracunan di Kalimantan Barat, Kepala BGN Sempat Bikin Pernyataan Kontroversi Menu Serangga di Awal MBG

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Sabtu, 27 September 2025 | 09:42 WIB
Siswi SDN 02 Minangkabau menikmati menu Makan Bergizi Gratis (MBG).  (Kalimantansatu.com/Dok. Instagram @badangizinasional.ri)
Siswi SDN 02 Minangkabau menikmati menu Makan Bergizi Gratis (MBG). (Kalimantansatu.com/Dok. Instagram @badangizinasional.ri)

Baca Juga: Kini MBG Program Andalan Prabowo Subianto Menjadi Sorotan Karena Marak Kasus Keracunan, Siapa yang Harus Bertanggungjawab ?

Menu Kearifan Lokal yang Sempat Jadi Kontroversi

Di awal pelaksanaan program MBG, Kepala BGN Dadan Hindayana sempat menjadi atensi publik karena melontarkan pernyataan serangga sebagai salah satu alternatif menu.

Dadan mengungkapkan jika potensi alam di daerah masing-masing bisa mendukung jalannya program MBG.

“Mungkin saja ada satu daerah suka makan serangga, belalang, ulat sagu, bisa jadi bagian protein,” kata Dadan saat hadir dalam acara Rapimnas Pira Gerindra di Jakarta pada 25 Januari 2025 lalu.

“Itu salah satu contoh ya, kalau ada daerah-daerah tertentu yang terbiasa makan seperti itu, bisa jadi menu di situ,” imbuhnya.

Karena Indonesia negara kepulauan yang tentunya tiap daerah berbeda, dalam pelaksanaan MBG ini tidak memiliki standar nasional untuk menunya.

Baca Juga: Di Balik Pilu Nanik Deyang Minta Maaf Karena Gelombang Keracunan MBG dari Jawa hingga Sulawesi, BGN Janji Evaluasi Total di Tengah Krisis Kepercayaan

“Tapi itu contoh bahwa badan gizi tidak menetapkan standar menu nasional, tetapi menetapkan standar komposisi gizi,” tuturnya.

Pernyataan tersebut kemudian melakukan klarifikasi dengan mengatakan ada penyesuaian menu MBG sesuai daerahnya.

“Kami waktu menyampaikannya itu, kan kami sampaikan ada masyarakat tertentu yang suka itu. Jadi, untuk masyarakat yang tidak suka itu, tidak mungkin menggunakan itu,” ujar Dadan di Kompleks Parlemen, Jakarta pada 3 Februari 2025 lalu.

“Itu kan keragaman sumber daya lokal yang bagus juga kalau kita mulai terapkan dan memberikan pelajaran kepada anak-anak bahwa keragaman dan kearifan lokal itu baik juga untuk ketahanan pangan di masing-masing daerah,” tandasnya.

(*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X