Di Munas PKS, Presiden Prabowo Subianto Sentil Koruptor Lihai Cari Celah Berbuat Licik hingga Sebut Keberhasilan Selamatkan Uang Negara untuk MBG

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Senin, 29 September 2025 | 19:59 WIB
 Presiden Prabowo singgung soal pemberantasan korupsi saat Munas PKS, Senin, 29 September 2025. (Tangkapan layar YouTube PKSTV)
Presiden Prabowo singgung soal pemberantasan korupsi saat Munas PKS, Senin, 29 September 2025. (Tangkapan layar YouTube PKSTV)

Prabowo kemudian menyentil praktik korupsi yang terlihat ‘legal’ padahal sedang melakukan tindakan yang merugikan negara.

Korupsi ini, menurut Prabowo dilakukan dengan cara yang samar sehingga tak terdeteksi hingga memunculkan anggapan tindakannya seolah-olah legal.

“Ini pinternya orang pinter, pinter nyolong,” imbuhnya.

Korupsi adalah Perampokan Sistemik

Dalam tindakan korupsi tersebut, kata Prabowo adalah bentuk dari perampokan sistemik.

“Sistem yang dibuat dan kelengahan elite kita selama ini, sehingga kekayaan kita terkeruk,” ucapnya.

Prabowo kemudian mengklaim bahwa ada pihak yang tersinggung dengan caranya memberantas korupsi dan menyebut investigasi kasus kerusuhan demo Agustus 2025 ada indikasi keterlibatan pihak tertentu untuk membuat gaduh.

Baca Juga: Resmi, MK Batalkan UU Tapera ! Gugatan Pekerja Dikabulkan dan Iuran Wajib Resmi Dihapus Karena Bertentangan dengan Konsep Tabungan

“Mereka ingin menghentikan pembangunan dan kebangkitan ekonomi Indonesia, mereka ingin meneruskan paradoks yang kita alami sekarang. Kekayaan begitu besar hanya dinikmati oleh segelintir orang saja, ini yang akan saya lawan,” tegasnya.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh partai politik di Indonesia untuk bersama-sama ikut dalam pemberantasan korupsi.

Selamatkan Uang Negara untuk Pelaksanaan MBG

Dengan pidato yang menggebu-gebu, Prabowo mengklaim bahwa sudah menyelamatkan uang negara sedikitnya Rp300 triliun yang kemudian digunakan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Inilah yang kita pakai untuk makan bergizi gratis, sampai hari ini sudah menjelang 30 juta penerima manfaat anak dan ibu-ibu hamil, tiap hari menerima makanan,” ucapnya.

Baca Juga: Terungkap Apa Arti Slogan PU 608 yang Sering Muncul di Berbagai Baliho, Backdrop Acara Resmi Hingga Unggahan Media Sosial. Wajah Baru Kementerian PU ?

“Ada kekurangan, iya. Ada keracunan makan, iya. Kita hitung dari semua makanan yang keluar, penyimpangan atau kekurangan atau kesalahan itu adalah 0,00017 persen. Ini tidak membuat kita puas, tapi namanya usaha manusia yang demikian besar, yang belum pernah dilaksanakan, saya kira dalam sejarah dunia,” tandasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X