Video Satu Tahun Pemerintahan Prabowo Gibran Dituding Karya AI, Pegiat Anti Hoaks Rizky Prabowo Rahino : Skeptis Harus Diuji Kebenarannya

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Rabu, 22 Oktober 2025 | 12:08 WIB
Pegiat Anti Hoaks Rizky Prabowo Rahino (Kalimantansatu.com/Dok. Pribadi Rizky Prabowo Rahino)
Pegiat Anti Hoaks Rizky Prabowo Rahino (Kalimantansatu.com/Dok. Pribadi Rizky Prabowo Rahino)

Dalam story lainnya, ia juga memastikan informasi video itu AI adalah tidak benar.

"Cape-cape bikin konsep dan shooting berjam-jam dengan entengnya dibilang AI," tegasnya.

Akun Instagram @devielvaraa memastikan informasi video AI Pemerintahan Prabowo-Gibran adalah tidak benar.
Akun Instagram @devielvaraa memastikan informasi video AI Pemerintahan Prabowo-Gibran adalah tidak benar. (Kalimantansatu.com/Dok. Instagram @devielvaraa )

Baca Juga: 5 Cara Menyusun Strategi Bisnis dengan Bantuan AI, Mulai dari Riset Pasar hingga Bangun Brand yang Kuat

Skeptis Harus Diuji Kebenarannya, Jangan Asal Berkomentar

Pegiat anti hoaks, Rizky Prabowo Rahino mengimbau masyarakat untuk melakukan uji kebenaran terhadap segala bentuk informasi yang ditemukan di dunia digital.

Baik informasi berupa teks, foto, video, suara, maupun lainnya.

Hal ini untuk memastikan apakah informasi itu benar atau salah.

"Skeptis harus diuji kebenarannya. Jadi, jangan asal berkomentar jika kita sendiri belum tahu kebenaran informasi tersebut. Beda cerita jika sudah jelas faktanya, silakan berkomentar berdasarkan fakta," ungkapnya saat diwawancarai Redaksi Kalimantansatu.com via WhatsApp, Rabu 22 Oktober 2025.

Lanjut dia, terkadang sebagian orang sangat mudah menyimpulkan tanpa melakukan uji informasi tersebut.

Tentu, hal ini tidak dibenarkan karena membuat informasi itu menjadi sumir dan berpotensi menyesatkan.

Sedangkan, untuk menentukan benar atau tidak itu harus dilakukan pengujian hingga akhirnya disimpulkan.

"Seperti video satu tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran yang lagi ramai ini, ada yang mengklaim video itu AI, dan ternyata faktanya bukan serta dibantah oleh yang terlibat dalam pembuatan video tersebut," timpal Tokoh Pemuda Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat ini.

"Ya, harus diuji dulu sebelum melabeli AI. Cari kebenarannya melalui langkah-langkah pada umumnya, bukan dugaan lalu langsung diklaim itu AI. Belum diuji sudah bilang AI, ya kacau dong," jelasnya.

Prabowo sapaan akrabnya tidak menampik, saat ini hasil video AI memang mirip dengan asli.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X