Kini Jembatan Apung Penghubung Desa Sawang di Aceh Utara yang Dibangun TNI Hampir Jadi, Masyarakat Tak Perlu Naik Getek dan Bayar Rp20 Ribu Lagi

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Senin, 16 Februari 2026 | 13:31 WIB
Jembatan apung di Kecamatan Sawang, Aceh Utara hampir rampung usai lebih dari 2 bulan pascabanjir. (Kalimantansatu.com/Dok. Instagram @rully_xabian)
Jembatan apung di Kecamatan Sawang, Aceh Utara hampir rampung usai lebih dari 2 bulan pascabanjir. (Kalimantansatu.com/Dok. Instagram @rully_xabian)

KALIMANTANSATU.COM - Jembatan apung untuk menghubungkan Desa Sawang dengan beberapa desa lainnya di Aceh Utara akan segera rampung.

Jembatan apung tersebut digarap oleh sekitar 30 personel Yonzipur 5/ABW Kodam V/Brawijaya beserta Kodim 0103/Aceh Utara dan berkoordinasi dengan Babinsa Koramil 19/Sawang.

“Alhamdulillah pengerjaannya hampir selesai. Masyarakat saat ini mengalami kesulitan ekonomi, untuk naik perahu getek harus membayar Rp20 ribu,” ujar dokter sekaligus relawan, Dokter Lee, dikutip dari unggahan di akun Instagramnya @rully_xabian pada Sabtu, 14 Februari 2026.

Selama 2 bulan terakhir usai banjir, masyarakat harus menggunakan perahu getek atau rakit untuk bisa menyeberang.

Baca Juga: Terus Hadir untuk Rakyat, TNI AD Pulihkan SD dan TK Terdampak Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Tapanuli Selatan

Tak hanya mengangkut warga, getek juga digunakan untuk membawa motor.

Pembangunan Jembatan Terkendala Medan dan Bahan Baku

Pihak TNI mengungkapkan ada beberapa kendala yang harus dihadapi saat membangun jembatan apung.

“Untuk di Sawang ini medannya luar biasa, sungainya tidak ada yang kecil, besar semua, luas. Sehingga perlu perencanaan khusus sendiri,” ucap Danyonzipur 5/ABW Letkol Czi Wahyu Wuhono Widhi Nugroho.

“Dari segi material, beberapa material tidak ada di sini, kami harus cari di Medan,” imbuhnya.

Baca Juga: Kini Kembali Bersih Pascabencana Lewat Bantuan TNI, Anak-anak di Tapanuli Sekolah Lagi

Jembatan Sementara Sebelum Jembatan Permanen

Dalam video terlihat jembatan apung terbuat dari rangkaian drum yang di atasnya berjajar papan kayu sebagai jalan utamanya.

Saat salah satu warganet mempertanyakan ketahanan jembatan untuk akses warga, dokter Lee mengungkapkan bahwa itu hanya akan digunakan sementara.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X