Selain aspek keamanan, rencana Board of Peace menyiapkan rekonstruksi bertahap yang ambisius.
Pada fase awal, lebih dari 100.000 rumah akan dibangun kembali di Rafah, disertai pemulihan layanan dasar serta pembersihan sekitar 70 juta ton puing dan 350 kilometer terowongan bawah tanah.
Dalam jangka panjang, program ini menargetkan pembangunan lebih dari 400.000 rumah, infrastruktur energi, air dan sanitasi, jalan, pelabuhan, hingga bandara.
Kawasan pesisir juga akan dikembangkan untuk mendukung aktivitas ekonomi.
Adapun target akhirnya adalah terbentuknya pemerintahan teknokratik yang dipimpin warga Gaza sendiri, didukung institusi publik yang efektif, ekonomi mandiri, serta iklim investasi yang stabil.
Dalam kerangka itulah, peran Indonesia kini bukan sebatas seruan, kini sudah sampai aksi penjaga perdamaian hingga penopang transisi menuju stabilitas Gaza, Palestina.
(*)
Artikel Terkait
Konsisten Prinsip Politik Bebas Aktif, Prabowo Subianto Tegaskan Pertemuan Perdana Board of Peace untuk Upayakan Perdamaian di Gaza
Di Hadapan Pengusaha AS ! Prabowo Subianto Cerita Danantara, MBG hingga Pemberantasan Korupsi Indonesia
Bertemu Kadispenad, Promedia Group Jajaki Kolaborasi Strategis dengan TNI AD
Indonesia Mampu Produksi Mobil Pick-up 1 Juta Unit Per Tahun, Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita Beberkan Dampak Positif Ekonomi yang Signifikan
Proaktif Kembangkan Industri Otomotif Nasional, Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita Ungkap Strateginya
Deal ! Indonesia Gembok Tarif 0 Persen bagi Ekspor Tekstil ke Amerika Serikat, 4 Juta Lapangan Kerja Bakal Terima Manfaat
Hasil Kunjungan ke Washington DC ! Indonesia Amankan Tarif 0 Persen Ekspor ke AS untuk 1.819 Produk, Apa Saja ?
Seporsi MBG dan Pancaran Senyum Ketenangan di Wajah Anak-Anak Difabel Sumba
Indonesia Tegaskan Komitmen Perdamaian Gaza dan Solusi Dua Negara di Forum Board of Peace, Prabowo : Demi Rakyat Palestina
Disaksikan Presiden Prabowo Subianto, 11 MoU Rp600 Triliun Memperkuat Kemitraan Strategis Indonesia - Amerika Serikat