Begini Cara Gen Z Menanti Buka Puasa di Imlek Festival 2577, Memahami Keberagaman Lewat Museum Akulturasi

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Sabtu, 28 Februari 2026 | 17:54 WIB
Museum Akulturasi yang hadir pada Imlek Festival 2577 di Lapangan Banteng, Jakarta, memberikan pengalaman tersendiri bagi masyarakat, terutama dari kalangan generasi Z. (Kalimantansatu.com/Dok. IST)
Museum Akulturasi yang hadir pada Imlek Festival 2577 di Lapangan Banteng, Jakarta, memberikan pengalaman tersendiri bagi masyarakat, terutama dari kalangan generasi Z. (Kalimantansatu.com/Dok. IST)

KALIMANTANSATU.COM, JAKARTA - Museum Akulturasi yang hadir pada Imlek Festival 2577 di Lapangan Banteng, Jakarta, memberikan pengalaman tersendiri bagi masyarakat, terutama dari kalangan generasi Z.

Selain menambah pengetahuan, keberadaan museum ini juga cocok untuk menunggu waktu berbuka puasa.

Tahun ini, perayaan Imlek menjadi spesial karena bertepatan dengan bulan Ramadan.

Muhammad Shidqi, salah satu pengunjung Museum Akulturasi, mengaku mendapat wawasan baru mengenai sejarah perjumpaan budaya Tionghoa dan Nusantara di Indonesia.

Baca Juga: Diplomasi Kuda Api Indonesia-Tiongkok di Imlek Festival 2577, Irene Umar : Tidak Hanya Tradisi, Tetapi Juga Merayakan Persahabatan

Di museum ini, informasi tersaji melalui papan yang menyerupai gapura. Papan-papan itu tersusun dengan pola zig-zag sehingga memudahkan pengunjung memahami alur cerita sejarah.

"Barusan aku baca-baca, bener-bener insightful. Aku baca sejarah-sejarahnya, aku baru tahu, oh, ternyata kayak gini loh (sejarah akulturasi budaya Tionghoa dan Nusantara) di Indonesia, gitu,” ujarnya Selasa (24/2/2026).

Melalui Museum Akulturasi, Shidqi sadar jika budaya Tiongkok dengan Nusantara bisa hidup berdampingan.

"Di Indonesia full of culture-lah ya. Terlebih akulturasi budaya Cina masuk ke Indonesia tuh bukannya nabrak, tapi dia justru smooth ke budaya-budaya Nusantara yang udah ada. Jadi, ya bener-bener akulturasi budayanya klop,” katanya.

Baca Juga: Antusiasme Pengunjung Imlek Festival 2577 Lapangan Banteng Jakarta, Manfaatkan Layanan Cek Kesehatan Gratis

Selain terpukau dengan keberadaan Museum Akulturasi, Shidqi senang dengan keberadaan Imlek Festival ini. Dia berharap kegiatan serupa yang memadukan hiburan dan budaya dapat terus bermunculan.

Ia mendorong ruang dialog lintas agama yang lebih inklusif, terutama bagi generasi muda. Misalnya forum antar-umat dari generasi muda.

“Coba bikin yang lebih Gen Z, gitu. Misalnya kita bikin komunitas-komunitas yang emang disediakan untuk lintas agama dan untuk saling diskusi anak-anak muda. Menurut aku bakal lebih impactful. Banyak karya-karya yang bisa lahir dari ruang-ruang semacam itu,” kata dia.

Andre dan Meliana, pengunjung lain, mengaku mendapat wawasan baru dengan hadirnya Museum Akulturasi. Menurut mereka, kehadiran Imlek Festival pertama di Indonesia ini tak hanya menjadi ajang hiburan dan kuliner, tetapi juga menghadirkan ruang edukatif bagi pengunjung.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X